9 Film Indonesia Modern yang Tampil Berani, Banyak Sisipan Adegan Panasnya

Tag

Perfilman Indonesia punya sejarah tersendiri pada era tahun 90-an. Saat itu tepatnya mulai 1992, penghargaan tertinggi perfilman, Festival Film Indonesia sempat terhenti. Festival Film Bandung pun mengalami hal yang serupa. Meski nggak pernah terhenti secara penyelenggaraan, pada era tersebut FFB beberapa kali memutuskan nggak ada film Indonesia yang layak diberikan Penghargaan Terpuji (serupa Terbaik di FFI).

Saat itu produksi film Indonesia mulai menurun sehingga pasar direbut oleh film Hollywood dan Hong Kong. Dan parahnya lagi, film Indonesia yang ada banyak yang berkutat pada eksploitasi adegan ranjang.

Saya kasih bocoran beberapa judul ya, barangkali kamu tertarik menelusurinya lebih dalam. Ada Gairah yang Nakal, Gadis Metropolis, Misteri Permainan Terlarang, dan Ranjang yang Ternoda. Sedangkan deretan aktrisnya berisi nama-nama seperti Inneke Koesherawati, Ayo Yohana, Kiki Fatmala, dan Gitty Srinita.

Tapi apakah di era pasca2000 masih ada film Indonesia yang berisi adegan dewasa? Masih ada. Namun kadar adegan panasnya nggak seperti film-film 90-an. Berikut saya pilihkan 9 film Indonesia yang punya adegan dewasa. 9 film ini pastinya nggak cocok ditonton mereka yang masih di bawah umur.

Baca lebih lanjut

Dikenal Sering Membuat Karya Keren, 4 Sutradara Ini Pernah Bikin Satu Film yang Buruk

Tag

Apa sih alasan kamu menonton suatu film? Apa karena ada artis favoritmu di film tersebut? Atau ceritanya yang menarik? Atau… karena track record sutradaranya?

Ya, bagi sebagian orang, sutradara merupakan faktor penting sekaligus alasan kenapa mereka menonton suatu film. Sutrada mumpuni bahkan bisa jadi jaminan mutu dari suatu film.

Tapi pernahkah kamu terjebak menonton film yang dibuat sutradara terkenal, ternyata filmnya malah bikin kamu geleng-geleng kepala nggak keruan. Kalau saya sih pernah, tepatnya pas saya nonton 4 film yang diarahkan sutradara berikut ini.

Baca lebih lanjut

15 Film Komedi Indonesia yang Nggak Mengandalkan Komika, tapi Lucu Banget

Ini adalah fenomena yang nggak aneh kita lihat sekarang. Fenomena yang saya maksud adalah sering munculnya komika dalam film komedi Indonesia.

Semenjak komika mulai merambah dunia film, kebanyakan produser menjadikan mereka sebagai pemancing tawa. Dan kiprah mereka bukan hanya di film komedi Indonesia saja, para komika sering juga muncul di genre lain, lalu meloncat dari satu film ke film lainnya.

Jadi jangan heran kalau pada tahun 2017, jumlah film yang dibintangi Babe Cabita lebih banyak dari aktor sekaliber Reza Rahadian.

Sebetulnya sah-sah saja sih para komika itu main film. Tapi terkadang, kehadiran mereka cukup bikin bosan juga. Perannya itu-itu saja dan leluconnya pun terus diulang. Lalu apakah kalau tanpa komika, film komedi itu nggak bisa lucu? Nggak juga. 15 film komedi Indonesia ini justru bisa bikin ngakak meskipun nggak mengandalkan komika sebagai pemancing tawa.

Baca lebih lanjut

Pengingat yang Bagus tentang Pentingnya Persatuan Bangsa, 6 Film Ini Layak Kita Tonton

photo_2020-08-15_16-08-34

17 Agustus 2020 adalah hari yang cukup bersejarah bagi Indonesia. Inget gak hari apa? Betul sekali, setiap tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari Kemerdekaan Indonesia. Nah lho? Ingat, nggak? Atau kamu sering bolos ya pas pelajaran sejarah?

Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia, saya mau kasih rekomendasi 6 Film Indonesia yang bisa mengingatkan kita akan pentingnya persatuan Indonesia. Tak hanya itu, deretan film ini juga bisa jadi pengingat yang bagus bahwa negeri kita tercinta ini terdiri atas banyak bangsa, sesuatu yang belum tentu dimiliki negeri lain.

Lalu film apa sajakah yang saya rekomendasikan?

Baca lebih lanjut

Review Waiting For The Barbarians: Memaknai Musuh Dalam Penjajahan, Apakah Pemberontakan Rakyat atau Ego Penguasa?

Tag

,

photo_2020-08-15_13-57-51

“Sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan”.

Kalimat di atas adalah sepenggal dari pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945  sebagai bentuk empati Indonesia terhadap kondisi penjajahan dunia. Penjajahan terutama penjajahan fisik, adalah bentuk kejahatan kemanusiaan yang harusnya nggak ada di bumi tercinta ini.

Tapi, seakan sudah hukum alam, bahwa akan selalu ada dua hal berpasang-pasangan di dunia ini. Langit dan bumi, siang dan malam, kebaikan dan kejahatan.

Dan fenomena itu bisa kita lihat di sebuah negeri yang berjaya namun mereka takut akan pemberontakan dari kelompok yang mereka sebut orang Barbar (Barbarians) dalam film terbaru Mola TV, Waiting for The Barbarians.

Baca lebih lanjut