Review Waiting For The Barbarians: Memaknai Musuh Dalam Penjajahan, Apakah Pemberontakan Rakyat atau Ego Penguasa?

Tag

,

photo_2020-08-15_13-57-51

“Sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan”.

Kalimat di atas adalah sepenggal dari pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945  sebagai bentuk empati Indonesia terhadap kondisi penjajahan dunia. Penjajahan terutama penjajahan fisik, adalah bentuk kejahatan kemanusiaan yang harusnya nggak ada di bumi tercinta ini.

Tapi, seakan sudah hukum alam, bahwa akan selalu ada dua hal berpasang-pasangan di dunia ini. Langit dan bumi, siang dan malam, kebaikan dan kejahatan.

Dan fenomena itu bisa kita lihat di sebuah negeri yang berjaya namun mereka takut akan pemberontakan dari kelompok yang mereka sebut orang Barbar (Barbarians) dalam film terbaru Mola TV, Waiting for The Barbarians.

Baca lebih lanjut

13 Film Indonesia Romantis yang Nggak Lekang oleh Waktu, Bikin Baper!

photo_2020-08-02_09-53-59

Salah satu aspek dari sebuah film yang biasanya dikenang penonton adalah adegannya. Tentu kamu nggak akan lupa ‘kan dengan adegan ikonik di film Titanic? Bahkan sampai sekarang masih banyak orang yang menganggapnya sebagai adegan paling romantis dalam film, pakai embel-embel sepanjang masa pula.

“Adegan mana sih yang kamu maksud?” Jawabannya antara adegan ketika Jack memeluk Rose di bagian haluan kapal, atau adegan ranjang mereka berdua. Terserah dah kamu mau pilih yang mana.

Tapi jangan salah,  adegan yang bakal bikin baper juga bisa kamu temukan di film Indonesia romantis. Namun perlu dicatat, romantis di sini bukan sebatas kata-kata atau gombalan manis yang dimuntahkan karakter-karakternya, melainkan lewat perbuatan.

Berikut ini daftar film Indonesia romantis yang menampilkan adegan-adegan penuh haru.

Baca lebih lanjut

Jangan Buru-Buru Ganti Harddisk Baru, Jika Rusaknya Karena Hal ini

photo_2020-08-04_19-43-23

Pernah nggak tiba-tiba harddisk eksternal yang kamu punya nggak terbaca di komputer, terus apa yang kamu rasakan?

Saya baru saja mengalami hal tersebut. Ceritanya bermula saat saya mau bikin laporan keuangan dan back-up data rutin. Dua hal ini biasa saya lakukan setiap awal bulan. Dan data untuk keperluan keduanya saya simpan di harddisk eksternal.

Tapi begitu harddisk saya colok ke laptop, kok nggak terbaca. Dan ternyata harddisknya rusak. Sempat panik sesaat karena terpikir bagaimana jika data yang ada di harddisk itu hilang. Bagaimana pun juga potensi risiko data hilang itu ada.

Tapi apakah semua kerusakan harddisk akan menyebabkan data hilang?

Baca lebih lanjut

Bukan Laskar Pelangi, Ini 5 Film Indonesia Terbaik Hasil Adaptasi dari Mahakarya Sastra

photo_2020-08-02_08-47-18

Waktu saya sekolah dulu, saya termasuk orang yang suka membaca roman-roman jadul (selain buku stensilan tentunya). Bukan, itu bukan karena saya pengin niru-niru Rangga yang selalu kelihatan keren kalau lagi baca buku.

Si Rangga ini baca brosur aja udah kelihatan keren. Dia cuma baca brosur lho, apalagi kalau buku!

Itu karena sebagian besar roman tersebut sering muncul di kurikulum sekolah. Makanya, jangan heran anak-anak sekolah dulu cukup familiar dengan karya-karya sastra yang ditulis sastrawan semisal Merari Siregar, Marah Roesli, Nur Sutan Iskandar, Tulis Sutan Pati, Hamka, Sutan Takdir Alisjahbana.

Seiring dengan perkembangan zaman, beberapa dari karya sastra tersebut dibuat pula versi filmnya. Dan sebagai karya adaptasi, otomatis ada saja pembaca setia novelnya yang membandingkan karya asli dengan hasil adaptasi layar lebarnya. Tapi perlu diketahui bersama, buku dan film adalah medium yang berbeda. Jadi tentu mereka harus dinikmati dengan cara berbeda pula.

Berikut ini nih contoh 5 film Indonesia terbaik yang diadaptasi dari karya sastra. Saya rasa bisa jadi tolak ukur gimana jika karya tulisan dienkranasi ke media audio visual.

Baca lebih lanjut

50 Lagu Indonesia Terbaik dan Terpopuler Edisi Juli 2020

Tag

,

photo_2020-08-01_13-15-01

Edisi bulan Juli 2020, ada 15 lagu new entry. Beberapa di antaranya adalah single #terlanjurmencinta yang dinyanyikan oleh masing-masing finalis tiga besar Indonesian Idol 2020 (Lyodra, Tiara, dan Ziva).

Selain itu, lagu baru Agnez Mo yang berjudul Promises juga berhasil masuk. Sementara dari dunia dangdut, duet maut sang legenda Rhoma Irama dan Rita Sugiarto lewat Tulus Hati Luhur Budi juga ikut meramaikan deretan edisi kali ini.

Lalu lagu apa saja yang berhasil nangkring di 50 Lagu Indonesia Terbaik dan Terpopuler Juli 2020?

Sebelumnya kita beri penghormatan dulu pada 15 lagu yang harus mengakhiri masa nangkringnya:

  • Virus Corona (Rhoma Irama)
  • Tulang Rusuk (Rita Sugiarto)
  • Selesai (Glenn Fredly)
  • Teristimewa (Raisa)
  • Hanya Rindu (Andmesh)
  • Tolong (Budi Doremi)
  • Benar Cinta (Hanin Dhiya, Aldy Maldini)
  • Gambaran Hati (Nazia Marwiana)
  • Tak Lagi Sama (Rizky Febian)
  • Halu (Feby Putri)
  • Menangis Tanpa Air Mata (Marion Jola)
  • Iman Mutiara 2020 (Azim, Syabil, Muaz, Zahir, Qiff)
  • Lugu (Celine & Nadya)
  • Untuk Hati Yang Terluka (Isyana Sarasvati)
  • Berharap Tak Berpisah (One Million Stars)

Baca lebih lanjut