[DIMSUMARTABAK]: Gara-gara Martabak yang Bikin Merem Melek

“Dimsum Martabak mengalir manis dan hangat di paruh pertama, selanjutnya memaksa menjadi drama di paruh kedua”.

Poster DM

 

Iklan

[TERBANG]: Kisah Hidup Seorang Onggy Hianata

Tag

, , , ,

“Mencoba merangkum perjalanan populer seorang Onggy Hianata, film Terbang: Menembus Langit hadir dengan sesekali tawa sesekali haru, namun tanpa benar-benar ada ikatan rasa antar bagiannya”

poster film terbang

     Memiliki impian dan cita-cita adalah hak setiap orang. Setelah itu ada kewajiban yang harus dilakukan yakni mewujudkannya. Achun, seorang bocah Tarakan keturunan Tionhoa, ingin bisa sekolah agar kelak menjadi kaya dan banyak uang. Dipicu oleh keadaan orangtuanya yang hidup serba kekurangan, ia bertekad untuk menjadi pintar. Menjalani masa kanak-kanak hingga remaja di sebuah daerah kecil membuatnya ingin melihat dunia luar.. Selanjutnya bagaimana nasib Achun?

Baca lebih lanjut

[JELITA SEJUBA]: Menguak Sisi Psikologis Seorang Istri Tentara

Tag

, ,

“Beruntung sekali Jelita Sejuba memiliki Putri Marino yang berhasil menjadi nyawa bagi film ini”

poster jelita sejuba

     Bicara kehidupan tentara dan romansa cintanya di Film Indonesia memang bukan hal yang baru. Setidaknya hal ini pernah dipotret dalam 3 tahun terakhir di film Doea Tanda Cinta (2015), Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon (2016) dan Merah Putih Memanggil (2017). Ketiga film ini menyoroti sisi para tentara dengan segala kegagahannya. Umumnya film – film ini banyak menceritakan suka-duka kehidupan tentara hingga romansanya dari sisi psikologis mereka sendiri. Bagaimana perasaan menjadi istri seorang tentara hanya sebagai penguat karakter utama.

     Ray Nayoan (salah satu sutradara di film omnibus Takut: Faces of Fear) mencoba menghadirkan sisi psikologis seorang istri tentara dalam film panjang bioskop perdananya, JELITA SEJUBA: Mencintai Kesatria Negara.

Baca lebih lanjut

Bicara “Love for Sale” dari Perspektif Al-Quran

Tag

, ,

“Love for Sale adalah peringatan untukku, kamu atau siapapun cowok usia 25+ tapi masih sendiri — untuk 10 – 15 tahun ke depan”

poster LFS

     Saya bukan ahli yang bisa membahas perbedaan fiksi, realita, fiktif dan fakta. Bagiku kitab suci (dalam hal ini Al-Quran) adalah suatu wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia. Isinya adalah kebenaran. Dalam review kali ini, saya akan bicara film terbaru Visinema Pictures, LOVE FOR SALE, dari perspektif Al-Quran. Mengapa dihubungkan dengan Al-Quran? Relax dulu, bukan semata-mata dihubungkan dengan Al-Quran, tapi film ini memang menyelipkan beberapa ayat suci Al-Quran di dalam filmnya bahkan bisa dibilang ayat-ayat tersebut menjadi ruh sekaligus penjaga alur film dari awal sampai akhir.

     Ketika biasanya ayat-ayat suci Al-Quran berada pada film –film religi dengan nilai yang (dianggap) benar dan ideal, semisal Ayat-ayat Cinta 2 yang penuh dengan nilai kebaikan, Love for Sale justru membenturkannya dengan nilai-nilai yang bertentangan dengan agama. Sebagai contoh, dalam film ini terdapat adegan seks (tanpa menikah). Namun benturan ini penting dan menjadi salah satu keunggulan dari Love for Sale. Ketika di film – film yang mengaku religi terkadang penerapan ayat-ayat suci cenderung berakhir kering dan menjemukan bahkan sebagian besar menggurui, Love for Sale membuatnya sebagai suatu perenungan.

Bagaimana penerapannya?

Baca lebih lanjut

[ARINI]: Makna 2 Pertemuan di Kereta

Tag

, , , , , ,

“Menghadapi masa depan sembari terngiang sakitnya masa lalu dilakoni Aura Kasih dengan sangat baik. Arini hanya perlu yakin kalau Nick yang datang padanya bukanlah atas paksaan Ira”

poster arini

     Nama Ismail Basbeth mulai terkenal di industri perfilman nasional setelah karyanya Mencari Hilal (2015) tayang dan mendapat ulasan positif dari para reviewer. Kiprahnya berlanjut dengan berkolaborasi bersama sutradara kenamaan Hanung Bramantyo dalam film Talak 3 (2016). Tahun ini Ismail Basbeth kembali mempersembahkan karya terbarunya, ARINI yang diadaptasi dari novel Masih Ada Kereta yang Akan Lewat karya Mira W. Sekedar informasi, novel ini pun pernah dibuat filmnya pada tahun 1987 oleh Sophan Sophiaan.

Bagaimana Arini versi Ismail Basbeth ini bergulir?

Baca lebih lanjut