[BENYAMIN BIANG KEROK]: Rapor Merah Hanung Bramantyo

Tag

, , ,

“Yang paling menyebalkan dari Benyamin Biang Kerok adalah mendapati filmnya distop tatkala sedang asyik-asyiknya lalu disuruh nunggu hingga Desember 2018”

poster benyamin

     Kesuksesan Warkop DKI Reborn part 1 & 2 yang jika diakumulasikan menghasilkan lebih dari 10 juta penonton, sepertinya membuat Falcon Pictures ketagihan menghadirkan sosok legenda komedi Indonesia dengan versi baru. Terbaru di layar lebar adalah sosok Benyamin yang dihadirkan kembali dengan salah satu judul filmnya, Benyamin Biang Kerok (1972). Tak tanggung-tanggung, aktor Reza Rahadian didapuk sebagai Benyamin dan disutradarai oleh salah satu sutradara terbaik negeri ini, Hanung Bramantyo.

Bagaimana Benyamin versi Hanung?

Baca lebih lanjut

Iklan

[EIFFEL I’M IN LOVE 2]: Nostalgia yang Menyenangkan

Tag

, , , ,

“Buat apa nunggu orang yang nggak sadar kalau ia sedang ditunggu?”

Poster Eiffel 2

     Kisah Adit (Samuel Rizal) dan Tita (Shandy Aulia) berlanjut di Eiffel I’m in Love 2 (selanjutnya Eiffel 2) yang sudah tayang sejak 14 Pebruari 2018 lalu. Eiffel 2 melanjutkan kisah asmara LDR (pacaran jarak jauh) antara Tita di Jakarta dan Adit di Paris. Setelah 12 tahun berhubungan akhirnya Tita berkesempatan mengunjungi Adit ke Paris setelah sebelumnya Aditlah yang sering mengunjungi Tita ke Jakarta.

Bagaimana kisahnya berlanjut?

Baca lebih lanjut

[YOWIS BEN]: Jadi Diri Sendiri dan Perjuangkan yang Sudah Kamu Pilih!

Tag

, , , ,

“Meski baru sebatas bahasa, niatan Yowis Ben dalam memperkaya Film Indonesia dengan muatan lokal sungguh sangat layak diapresiasi”.

poster yowis ben

    Di sebuah sekolah selalu saja ada siswa yang cantik tapi sombong, ganteng tapi belagu, cantik/ganteng dan baik pula, ada juga yang cupu yang selalu jadi bahan hinaan dan olok-olokan teman-teman lainnya, ditambah dengan keadaan keluarga dan tampang yang pas-pasan. Mengkhawatirkan? Ya, mengkhawatirkan, tapi ada jenis siswa yang lebih mengkhawatirkan daripada itu. Seperti apa? Simak terus untuk tahu jawabannya.

     Adalah Bayu (Bayu Skak) yang hidup bersama ibunya seorang penjual pecel. Hingga di sekolah pun ia sering dijuluki “Pecel Boyz”. Babak awal film menunjukkan Bayu dibully di depan siswa lainnya. Puisi yang ia tulis untuk Stefia (Devina Aurel – cewek yang ia taksir) dibacakan di depan kelas. Kepalang tanggung malu, Bayu pun menanggapinya, “Jadi aku diterima, engga?”. Sudah tahu dong jawabannya apa?

     Di sekolah ia berteman dengan Doni (Joshua Suherman). Ia pun memiliki masalah sendiri, namun bukan di sekolah, lebih ke orangtuanya yang selalu membanding-bandingkan dirinya dengan adiknya.

Bayu butuh eksistensi di sekolah, Doni butuh pengakuan. Bagaimana mereka akhirnya memperjuangkannya?

Baca lebih lanjut

[DILAN 1990]: Narasi (tak) Sampai

Tag

, , , , ,

Poster Film Dilan
Suatu hari di 2015, teman saya dari Sukabumi menghubungi saya dan meminta bantuan. Ia ingin diantar dan ditemani karena ia akan pergi ke Bandung. Usut punya usut ia akan menghadiri talkshow bareng penulis yang novelnya begitu fenomenal. Ia pun menceritakan betapa fenomenalnya novel tersebut hingga melahirkan imaji sendiri akan tokoh utama dalam novel tersebut.

    Kabarnya pula, banyak produser yang tertarik untuk memfilmkan novel tersebut. Tapi penulis masih bersikeras tidak akan memfilmkan novel yang dibuatnya. Saking penasaran, saya pun akhirnya tertarik membaca novelnya. Itulah kali pertama saya berkenalan dengan sosok Dilan 1990, sosok yang sudah SMA di saat saya akan dikeluarkan sebentar lagi ke dunia yang penuh tipu muslihat ini.

    Januari 2018, sosok Dilan 1990 hidup di layar lebar. Adalah MAX Pictures rumah produksi yang beruntung bekerjasama dengan Pidi Baiq sang penulis novel mewujudkan Dilan versi audio visual. Ssempat menuai kontroversi saat Iqbaal Ramadhan (eks CJR) diumumkan ke publik sebagai sosok Dilan. Berhasilkan Iqbaal memenuhi ekspektasi para pembaca? Bagaimana film ini bergulir?

Baca lebih lanjut

[BUNDA, KISAH CINTA 2 KODI]: Rumah adalah Sebaik-baik Tempat Pulang

Tag

, , , , ,

Poster Cinta 2 Kodi

     Sejauh yang saya tahu, Asma Nadia (penulis buku) mengawali karirnya di layar lebar lewat film Emak Ingin Naik Haji (2009). Film pertamanya ini bisa dibilang sebagai pembuka karir terlebih Emak Ingin Naik Haji dinobatkan sebagai Film Terpuji Festival Film Bandung 2010. Dua tahun berselang, ceritanya kembali difilmkan dalam Rumah Tanpa Jendela (2011). Kedua film ini, membuat saya tertarik mengikuti perjalanan seorang Asma Nadia. Hingga akhirnya saya jatuh cinta pada Assalamualaikum Beijing (2014) dan selalu menantikan karya-karya selanjutnya.

     Tak bisa dipungkiri, sukses ratusan ribu penonton Assalamualaikum Beijing kian melambungkan nama Asma Nadia di industri perfilman nasional. Film-film selanjutnya meski secara umum kualitasnya bagus, namun ceritanya cenderung stagnan. Februari 2018 akhirnya tayang juga film Bunda Kisah Cinta 2 Kodi (selanjutnya Film Bunda) yang diadaptasi dari novel karya Asma Nadia. Bagaimana filmnya?

Baca lebih lanjut