Tag

,


Cover

2019 telah usai. Sudah merupakan hajatan tersendiri menyusun deretan film Indonesia paling keren setiap tahunnya. Dalam hal jumlah penonton, tahun ini film Indonesia mengalami peningkatan. Dan memecahkan rekor pertama kalinya Top 15 tembus satu juta penonton. Secara genre pun cukup beragam, meski masih didominasi film horor.

Bicara pengalaman menonton pun, tahun ini tidak ada film Indonesia yang betul-betul menggugah saya untuk menempatkannya di posisi pertama. Rasa-rasanya semuanya sama rata. Lalu film apa saja yang masuk deretan Top 19 Film Indonesia Paling Keren 2019 versi Raja BlackWhite?

Total sepanjang 2019 saya menonton sebanyak 99 film Indonesia di bioskop mainstream seperti XXI dan CGV ditambah juga dengan bioskop alternatif. Jumlah ini memang menurun dari tahun sebelumnya, yang biasa tembus angka seratus. Hal ini disebabkan karena sudah saatnya saya mengurangi film horor yang tampak dibuat hanya untuk memenuhi kuota tayang. Meski begitu, judul-judul seperti Ritual, #MalamJumatTheMovie, Arwah Noni Belanda, dan sejumlah film busuk lainnya masih saya tonton ketika waktu luang.

Dari 99 judul ada 32 judul yang saya pertimbangkan untuk masuk deretan paling keren tahun ini. 32 judul tersebut diseleksi lagi menjadi 19 film Indonesia paling keren, sehingga saya harus mengeliminasi 13 film lainnya.

Tahun ini saya akan memberikan special mention pada film impor yang memberikan pengalaman menonton paling menakjubkan. Sebetulnya banyak judul-judul yang berkesan seperti Knives Out, Ready or Not, Ford v Ferrari, dan Once Upon A Time in Hollywood. Tapi special mention kali ini saya berikan pada Hotel Mumbai.

Special Mention

Hotel Mumbai diangkat dari peristiwa penyerangan Hotel Taj oleh sekelompok teroris tak dikenal. Sepanjang film saya dibuat tegang dan sulit bernafas. Tapi bukan hanya itu yang menjadikan film ini spesial. Benturan keyakinan yang dihadirkan film ini sanggup membuat hati ini empati dan menangis, dan juga bagaimana para pegawai hotel masih menempatkan standar service excellent di tengah keadaan yang serba panik adalah pembeda dari film-film terorisme yang pernah dibuat.

Beralih dari special mention, langsung saja saya persembahkan Top 19 Film Indonesia Paling Keren 2019. Semoga bisa menjadi referensi tontonan.

19. HABIBIE & AINUN 3 – Drama, Keluarga

19

“Menggunakan sudut pandang B.J Habibie untuk mengenang masa muda Hasri Ainun Besari adalah keputusan yang tepat. Karenanya film ini begitu hangat sebagai sajian drama keluarga.

Tapi nggak hanya itu, terselip narasi tentang ‘perempuan dan cita-cita’ yang disampaikan dengan kuat dan berulang.”

18. LAMPOR KERANDA TERBANG– Horor, Kearifan Lokal, Keluarga

18

“Mengangkat urban legend daerah Temanggung, Lampor Keranda Terang sudah punya materi menarik untuk sebuah film horor. Meski ternyata elemen horor dalam film ini bukan menjadi poin utama, tapi lebih fokus pada drama keluarga. Untuk alasa itulah Adinia Wirasti & Dion Wiyoko hadir di sini.

Kolaborasi apik dari kedua tokoh utama dan ditunjang dengan sinematografi menawan, Lampor tak hanya mencekam juga tampil menyentuh”

17. PRETTY BOYS – Komedi, Drama, Televisi

17

Memotret dunia televisi dengan segala ragamnya, Tompi dalam debut perdananya berhasil menjadikan Pretty Boys sebagai suguhan yang menyenangkan. Ditambah duet maut Vincent dan Desta, film ini tampil menghibur sekaligus juga memberikan rasa haru

16. LAUNDRY SHOW – Komedi, Drama, Wirausaha

16

“Laundry Show fokus menjadikan wirausaha sebagai tema utama. Nilai lebihnya adalah pada pesan keberagaman yang disampaikan tanpa mereduksi gagasan utamanya. Semuanya bersatu padu menjalin cerita yang utuh.

Satu lagi, film ini kasih kita tips tentang cuci mencuci. Berguna banget tuh, apalagi untuk anak kost yang terbiasa nyuci sendiri.”

15. HIT & RUN – Laga, Komedi, Kriminal

15

Menonton duet polisi dan pemuda bucin berpetualang mengejar gerbong narkoba dalam Hit & Run adalah hal yang membahagiakan. Ditambah dengan framing kamera dan penyuntingan yang dinamis, film ini sangat enak untuk disaksikan.

Kehadiran Tatjana Saphira sebagai diva menambah level komedinya makin pecah

14. IMPERFECT – Komedi, Drama

14

Bicara ketidaksempurnaan fisik, Imperfect adalah petualangan berani Ernest untuk keluar dari zona nyamannya. Dan bisa dibilang berhasil.

Menontonnya sangat membahagiakan hati, pun punya moral value yang menggugah.

13. FOXTROT SIX – Laga, Thriller, Distopia, Politik

13

Sebuah intrik politik yang dikemas dalam action-thriller yang menegangkan. Punya koreografi laga yang baik dengan latar distopia. Sesuatu yang masih jarang disentuh sineas Indonesia

12. TERLALU TAMPAN– Komedi, Remaja

12

Terlalu Tampan nggak mengeksploitasi ketampanan sebagai suatu kelebihan yang wajib dibangga-banggakan. Ia membawa ketampanan sebagai refleksi diri. Nggak selamanya sesuatu yang dianggap kelebihan oleh kebanyakan orang akan berbuah manis pada mereka yang punya kelebihan tersebut.

Seperti kata Bu Suk kepada Kulin, “Dunia selalu punya cara untuk membuatmu patah hati.”

11. JERITAN MALAM – Horor

11

“Berjalan konsisten dari narasi sang tokoh utama, Jeritan Malam bukan hanya memberikan atmosfer seram yang mengusik, tapi juga pengalaman kontemplasi yang menarik.

Sebuah pengalaman yang memaksa logia untuk percaya pada hal gain sebagai perenungan, bukan sekadar menakut-nakuti”

10. SUSI SUSANTI-LOVE ALL – Biopik, Drama, Olahraga

10

Bukan sebatas membingkai perjalanan karir bulu tangkis, film arahan sim F ini juga menyuguhkan fenomena sosial yang menyertainya. Salah satunya adalah mengenai kewarganegaraan bagi keturunan Tionghoa.

Diperankan apik oleh Laura Basuki, dan didukung oleh para pemeran yang juga bermain apik, film ini bangkitkan rasa bangga terhadap Indonesia.”

9. 99 NAMA CINTA – Drama, Religi, Televisi

9

“Mengkritik fenomena industri televisi mulai dari acara komedi slapstik, penghambaan pada rating, Danial Rifki berhasil melakukannya. Dengan modal naskah buatan Garin Nugroho, 99 Nama Cinta juga menyelami potret televisi dari sudut pandang agama.

Ditopang permainan apik Acha Septriasa, 99 Nama Cinta adalah salah satu film religi kontemporer terbaik yang pernah ada”

8. MANTAN MANTEN – Drama, Kearifan Lokal

8

Mungkin nggak banyak sutradara yang kepikiran menggabungkan kepedihan materi ‘gagal nikah’ dengan adat istiadat dan budaya tentang pernikahan itu sendiri.

Farishad Latjuba dalam debut perdananya, cukup berhasil mengawinkan kedua unsur tersebut dengan sangat mulus. Dan lagi di film ini, kita akan melihat salah satu penampilan terbaik Atiqah Hasiholan.”

7. 27 STEPS OF MAY – Drama

7

Gaya penceritaan Ravi Bharwani bisa dibilang salah satu yang terbaik tahun ini. 27 Steps of May mencapai puncak tertinggi estetikanya. Digarap ala-ala arthouse, film ini memang tidak diperuntukkan  bagi sebagian besar penonton.

Tapi materinya sangat menarik sebagai refleksi kehidupan. Dan lagi kita akan melihat para pemain perempuan bersinar tahun ini. Bravo Raihaanun!

6. GUNDALA – Laga, Superhero

6

Tidak hanya menawarkan aksi laga, Joko Anwar membawa Gundala menjadi miliknya. Membuatnya sebagai perenungan sekaligus kritik akan isu sosial yang dekat dengan keseharian kita.

Memberikan energi lebih pada penonton, Gundala penting untuk perkembangan sinema Indonesia ke depan

5. PREMAN PENSIUN – Komedi, Kearifan Lokal

5

Preman Pensiun tetap hadir dengan kritik sosial, sebagaimana yang ia tunjukkan di serialnya. Kehadiran preman di jalanan hanyalah simbol bagaimana Preman Pensiun menggambarkan segala bentuk premanisme.

Satu hal yang pasti, Preman Pensiun tahu persis ke mana arah tujuannya. Ia tak terjebak pada pilihan antara memuaskan para penggemar atau penonton umum sebagaimana yang sering dilakukan film-film hasil adaptasi. Preman Pensiun berdiri sendiri dengan segala keunikannya

4. DUA GARIS BIRU – Drama, Remaja, Keluarga

4

Bukan masalah meng-iya-kan atau meng-tidak-kan, apa yang tersaji di layar adalah gagasan sang pembuat yang jujur dan kritis.

Dua Garis Biru adalah ilustrasi dan gambaran betapa pentingnya pendidikan seks di usia remaja. Bukan hanya untuk kurikulum sekolah, tapi juga pada pola komunikasi orang tua”

3. AMBU – Drama, Keluarga, Kearifan Lokal

3

Mengangkat budaya Baduy adalah kelebihan utama film ini. Barangkali di ranah sinema bioskop, hal ini baru dilakukan pertama kalinya.

Dan juga cerita tentang drama keluarga yang menyentuh serta jajaran pemain yang apik. Mungkin Ambu adalah salah satu film ‘yang terlewatkan’ padahal tampil di atas rata-rata dari segala aspek.

2. KUCUMBU TUBUH INDAHKU – Drama, Kearifan Lokal

2

Kontroversi soal tudingan bahwa film ini adalah propaganda LGBT, membuat film ini ramai dibicarakan. Padahal film ini hanya memotret salah satu kearifan lokal di negeri ini yakti tentang Tari Lengger.

Tapi sayangnya, ketika film ini jadi perwakilan Indonesia ke ajang Oscar, unggahan sang produser di akun instagram pribadinya, seakan mengiyakan tudingan kontroversi itu, dan bahkan membanggakannya”

  1. BUMI MANUSIA – Drama, Romansa, Tragedi
    1

Kisah cinta Minke dan Annelies di tengah konflik strata sosial, dilukiskan Hanung dalam durasi tiga jam tanpa menjadi roman yang menye-menye.

Ditambah dengan production value yang mewah, serta jajaran pemain yang apik, Bumi Manusia berhasil menyajikan kritik terhadap kolonialisme dan penjajahan pada masanya”

Info: Klik judul untuk review lebih lengkap

Kalau kamu nonton Film apa saja selama 2019? Share di komentar ya…

Baca juga:
18 Film Indonesia Paling Keren 2018
17 Film Indonesia Paling Keren 2017
16 Film Indonesia Paling Keren 2016
15 Film Indonesia Paling Keren 2015
14 Film Indonesia Paling Keren 2014
13 Film Indonesia Paling Keren 2013