Sejak empat tahun lalu, tepatnya tahun 2014 masehi, kabar mengenai film Gundala sudah ramai diperbincangkan di media sosial. Kala itu banyak sekali warganet yang menunggu-nunggu jadwal tayang film yang diadaptasi dari komik legendaris tersebut. Berapa tepatnya jumlah warganet yang menunggu-nunggu itu, saya juga nggak tahu. Yang saya tahu, saya juga termasuk orang yang ikut heboh di medsos.

Namun setelah kehebohan itu, kabar tentang Gundala nggak terdengar lagi. Titik terang baru mengemuka ketika April lalu pihak rumah produksi merilis teaser poster perdana dari Gundala. Sebenarnya bagaimana lika-liku perjalanan panjang Gundala? Mari kita bahas bersama…

Teaser poster Gundala./ via Screenplay Films

1. Awalnya akan disutradarai Hanung Bramantyo

Kabar yang beredar di 2014, Gundala akan diproduksi Bumi Langit Studios yang bekerjasama dengan Mahaka Pictures. Pihak rumah produksi pun menunjuk sutradara kenamaan, Hanung Bramantyo, untuk menyutradarainya. Saat itu sih Gundala direncanakan tayang pada tahun 2016. Tapi seiring berjalannya waktu, kabar tentang Hanung dan Gundalanya nggak pernah terdengar lagi.

2. Sempat muncul sebagai easter egg di film Talak 3

Publik yang cukup resah menunggu kabar terbaru dari Gundala nampaknya menemui harapan baru. Pasalnya, Hasmi (pencipta sosok Gundala) muncul di salah satu adegan Talak 3 yang disutradarai Hanung Bramantyo & Ismail Basbeth. Dalam film tersebut, ada adegan Hasmi yang sedang melukis tokoh Gundala di dinding. Kemunculan Hasmi di film yang tayang Februari 2016 ini menjadi harapan baru akan film Gundala yang sudah ditunggu-tunggu.

Adegan Hasmi Gundala di Talak 3/via Hanung Bramantyo

3. Joko Anwar pun mengumumkan dirinya yang akan menyutradarai Gundala

Setelah muncul di Talak 3, kembali kabar mengenai proyek Gundala hilang bak tertelan bumi. Barulah dua tahun kemudian, tepatnya April 2018, sutradara Joko Anwar mengumumkan bahwa dirinyalah yang akan menyutradarai Gundala. Warganet pun dibuat heran apakah Joko Anwar menggantikan Hanung, atau Joko Anwar membuat adaptasi yang baru lagi.

Selidik punya selidik, ternyata proyek Gundala memang diserahkan pada Joko Anwar. Jadi Gundala versi Hanung tentu tak akan diproduksi lagi. Pihak Bumi Langit Studios selaku pemegang hak cipta komik Gundala pun menggandeng rumah produksi lain, yakni Screenplay Films dan Legacy Pictures sebagai partnernya.

Joko Anwar (kiri) bersama Abimana Arsatya saat pengumuman resmi pemeran Gundala./ via Screenplay Films

4. Abimana Aryasatya dipilih memerankan Gundala

Semenjak Joko Anwar mengumumkan diri sebagai sutradara, warganet mulai memperbincangkan kira-kira siapa aktor yang pas memerankan sosok Gundala. Nama-nama seperti Reza Rahadian, Vino G. Bastian, hingga Adipati Dolken masuk dalam bursa bakal calon pemeran Gundala. Tapi nggak sedikit pula yang menjatuhkan tebakannya ke Abimana Aryasatya, aktor yang akhirnya secara resmi diumumkan sebagai Gundala di acara Indonesia Comic Con (28/10).

Menurut Joko Anwar, Abimana dipilih karena dinilai pas dengan karakter Gundala, baik dari segi fisik maupun ilmu bela diri yang dimilikinya. Selain itu Abimana juga termasuk aktor yang selalu memberikan totalitasnya dalam seni peran. Terbukti dengan masuknya ia ke dalam nominasi Festival Film Indonesia, tiga tahun berturut-turut lewat film Catatan Harian Si Boy (2012), Belenggu (2013), dan Haji Backpacker (2014). Bahkan tahun 2016 ia kembali masuk nominasi FFI lewat Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss part 1.

5. Bukan yang pertama

Gundala karya Joko Anwar bukan adaptasi yang pertama. Jauh sebelum ini, sudah ada Gundala Putra Petir (1981) yang disutradarai Lilik Sudjio. Meski begitu, Gundala-nya Joko Anwar bukanlah sebuah remake/reboot dari Gundala Putra Petir; Gundala tetap menjadikan komik aslinya sebagai rujukan utama.

Saat ini Gundala masih menjalani proses syuting dan akan segera rampung dalam waktu dekat. Rencananya, Gundala akan dirilis di bioskop pada 2019 mendatang.

Penasaran seperti apa Gundala karya Joko Anwar? Boleh nih kamu lihat dulu first look Gundala yang dirilis berbarengan dengan pengumuman para pemainnya.

Semoga dengan hadirnya Gundala bisa menjadi lokomotif lahirnya film superhero Indonesia lainnya. Dan lambat laun, nggak akan ada lagi anak muda yang nggak bangga dengan film karya anak negeri. Semoga.

Iklan