Tag

, , , , ,


Morinaga Cover

     Boleh acungkan tangannya, para orangtua yang mengukur keberhasilan anaknya dari ranking di sekolah! Orangtua yang ketika melihat nilai matematika anaknya rendah lalu bersusah payah me-les-kan anaknya matematika tanpa peduli ia pandai menggambar! Lalu apakah kecerdasan seorang anak benar demikian tolak ukurnya?

Kecerdasan bisa diartikan keseluruhan kapasitas atau kemampuan untuk belajar, memahami lingkungan dan memecahkan masalah. Kecerdasan yang mencakup banyak bidang dalam kehidupan kita sehari-hari sering disebut kecerdasan majemuk atau Multiple Intelligence.

Cerdas Multitalenta

     Istilah kecerdasan majemuk pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Howard, seorang psikolog dari Universitas Harvard dalam bukunya The Multiple Intelligence. Ia mengatakan bawah kecerdasan seseorang itu terdiri dari berbagai bentuk diantaranya:

  1. Musical Intelligence – kemampuan mengekspresikan diri melalui musik.
  2. Bodily Kinesthetic Intelligence – kemampuan menggunakan kecekatan tubuh
  3. Logical Mathematical Intelligence – kemampuan berhitung atau aritmatika.
  4. Visual Spatial Intelligence – kemampuan mengimajinasikan dan membayangkan sesuatu.
  5. Linguistic Intelligence – kemampuan berekspresi secara verbal
  6. Interpersonal Intelligence – kemampuan berinteraksi dengan orang lain
  7. Intrapersonal Intelligence – kemampuan menganalisis diri sendiri.
  8. Natural Intelligence – kemampuan mengenal alam sekitar

     Untuk mengasah kecerdasan majemuk, tidak semua orangtua paham bagaimana langkah yang harus mereka lakukan. Morinaga cukup memahami masalah ini dengan mengadakan acara “Konferensi Ayah Bunda Platinum” berupa seminar mengenai konsep dan penerapan aktivitas stimulasi anak agar tumbuh menjadi Generasi Platinum yang multitalenta.

Konferensi Ayah Bunda Platinum

     Acara yang diselenggarakan pada Sabtu, 5 Agustus 2017 di Harris Hotel Festival Citylink Bandung ini menghadirkan 2 pembicara yang merupakan pakar di bidangnya. Adalah DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) selaku Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo / FK Unair Surabaya dengan tema “Mengungkap 4 Faktor Pembentuk Anak Generasi Multitalenta”. Narasumber kedua adalah Dr. Rose Mini A. Prianto, M.Psi selaku Ketua Program Studi Psikologi Terapan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Presiden Direktur ESSA Consulting yang akan membawakan tema “Kekuatan Bermain untuk Membentuk Kecerdasan Multitalenta di Era Milenial”.

     Acara yang dimoderatori oleh artis Teuku Zacky ini dihadiri tak kurang dari 1000 peserta. Berlangsung dari pukul 10 pagi hingga jam 3 sore hari, acara berlangsung meriah dan bertabur doorprize.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

4 Faktor Pembentuk Anak Generasi Multitalenta

  1. Kecerdasan Multitalenta
    Pada prinsipnya setiap anak berkesempatan memiliki otak cerdas. Teknologi modern saat ini membuktikan bahwa pembentukan otak manusia tidak terjadi dengan kecepatan yang sama di setiap tahapan usia. Akan tetapi, otak tumbuh dengan kecepatan tinggi justru sejak di dalam kandungan hingga usia dini. Struktur otak terdiri dari sel-sel otak yang terkoneksi satu sama lain untuk membentuk rangkaian jaringan sirkuit. Luas dan padatnya jaringan sirkuit otak yang terbentuk di usia dini inilah yang akan menentukan pembentukan kecerdasan anak.
    Untuk membentuk jaringan sirkuit otak diperlukan nutrisi yang mendukung pembentukan otak cerdas. Beberapa nutrisi yang berperan penting dalam pertumbuhan otak cerdas adalah protein, asam lemak (DHA-AA), zat besi, iodium, zink, vitamin B, asam folat dan kolin.
  2. Pertahanan Tubuh Ganda
    Sejatinya anak memiliki sistem pertahanan tubuh yang bekerja melalui dua mekanisme. Pertama, sistem perlindungan umum yang sebagian besar berada di luar tubuh dan sistem perlindungan khusus yang berada di dalam tubuh.
  3. Tumbuh Kembang Optimal
    Para orangtua sebaiknya mengenali ciri-ciri tumbuh kembang anak normal. Orangtua harus memahami bahwa setiap anak berhak dan memiliki kesempatan yang sama untuk dapat tumbuh dan berkembang secara normal.
    Pertumbuhan normal memiliki ciri-ciri khusus. Anak yang tumbuh dengan normal akan menunjukkan perubahan ukuran tubuh yang senantiasa bertambah seiring dengan pertambahan usia. Pertambahan ukuran tubuh tersebut akan terjadi secara proporsional antara tiga parameter utama yakni ukuran berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala.
    Untuk memastikan hal tersebut, para orangtua sebaiknya melakukan pemantauan tumbuh kembang secara dini dan rutin. Bila didapatkan kecurigaan, orangtua harus segera memastikannya ke dokter anak atau dokter ahli tumbuh kembang anak.
  4. Kesehatan Saluran Cerna
    Saluran cerna anak bukan hanya organ yang mempunyai fungsi utama untuk penyerapan zat-zat gizi sebagai pemenuhan nutrisi saja. Saluran cerna juga berfungsi dalam pembentukan sistem daya tahan tubuh anak. Seringkali saluran cerna diistilahkan sebagai “otak kedua” dalam tubuh anak.
    Para orangtua pun harus mengenali ciri-ciri saluran cerna anak yang sehat. Ciri sederhananya ditandai dengan berfungsinya saluran cerna dengan baik. Anak tersebut jarang atau bahkan tidak pernah menunjukkan berbagai gangguan saluran cerna seperti diare, muntah atau konstipasi (BAB dengan tinja keras).

prebiotikmorinaga

Menstimulasi Kecerdasan Anak

     Setelah kita mengetahui apa itu kecerdasan multitalenta dan juga faktor pendukungnya, maka untuk mendukung tercapainya kecerdasan multitalenta anak secara optimal diperlukan stimulasi dari orangtua dengan langkah yang benar. Memberikan stimulasi yang bisa membantu mengembangkan kecerdasan anak perlu dilakukan orangtua sedini mungkin. Karena pada dasarnya otak bayi memiliki kemampuan menyerap informasi dari lingkungannya dengan sangat baik.

     Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses stimulasi yakni karakteristik perkembangan anak sebagai berikut;

  • Karakteristik perkembangan anak di bawah 1 tahun (usia bayi) didominasi oleh perkembangan motorik yang bersifat refleks dan protektif. Mereka peka terhadap lingkungannya dan mempunyai cara yang unik untuk meresponsnya. Kemampuan perseptual dan kognitif sudah ada tetapi masih sangat sederhana.
  • Karakteristik perkembangan anak usia 1-3 tahun (usia batita) biasanya sangat aktif, enerjik dan antusias serta selalu ingin tahu. Kemampuan motorik, sosial, bahasa dan kognitif anak berkembang optimal di akhir masa ini. Sementara dalam kemampuan sosial, anak sedang belajar membangun perasaan otonomi dengan menunjukkan kemauan kerasa untuk mandiri.
  • Karakteristik perkembangan anak usia 4-6 tahun (masa kanak-kanak awal) ditandai oleh energi yang besar, antusiasme dan rasa ingin tahu. Ia selalu bergerak yang menunjukkan perkembangan kemampuan motoriknya kian sempurna. Mereka sangat percaya pada pendapat mereka sendiri dan sudah mulai tumbuh perasaan akan kebutuhan orang lain serta mulai ada pengendalian atas perilaku sendiri.

     Dengan mengenal karakteristik perkembangan anak, para orangtua dapat memilih cara stimulasi yang tepat sesuai usianya. Pendekatan yang dilakukan untuk menstimulasi keceradasan anak adalah lewat bermain.

tipsibu

Tips untuk Ibu (additional info)

     Bermain adalah suatu kegiatan yang disenangi anak tanpa disadari keterpaksaan dan merupakan cara belajar yang paling alami untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak (Papalia, Olds & Feldman, 2001).

     Bentuk dan jenis permainan sebenarnya sangat beragam dan dapat diklasifikasikan dengan berbagai kriteria. Jika berdasarkan tahapan perkembangan dan kematangan kognitif anak, jenis permainan dapat dibedakan menjadi;

  1. Bermain Fungsional – Jenis permainan yang bisa dimainkan sejak anak lahir hingga usia 2 tahun. Permainan ini ditandai dengan adanya gerakan pengulangan, manipulasi atau gerakan meniru. Fungsinya untuk mengembangkan kemampuan otot dan fisik. Contohnya, bayi menggoncangkan kincringan dan bayi merangkak mengejar suatu benda.
  2. Bermain Konstruktif – Jenis permainan yang bisa dimainkan sejak anak usia 2-3 tahun. Permainan ini ditandai dengan aktivitas anak membuat sesuatu menggunakan material yang ada di sekelilingnya. Contohnya, bermain membangun menara dengan lego dan bongkar pasang (puzzle).
  3. Bermain Peran – Jenis permainan yang mulai bisa dimainkan sejak anak usia 3 – 7 tahun. Permainan ini ditandai dengan kemampuan anak untuk berpura-pura menjalani peran tertentu atau menjadikan suatu objek seakan-akan menjadi benda yang lain. Contohnya, bermain pesawat-pesawatan dari penggaris dan berpura-pura menjadi pedagang di pasar.
  4. Bermain dengan Peraturan – Jenis permainan yang bisa dimainkan sejak anak usia 7 tahun ke atas. Permainan ini ditandai dengan adanya aturan yang harus dipatuhi anak saat bermain. Contohnya, petak umpet, ular tangga, sepakbola dan bulu tangkis.

Nutrisi Morinaga

Pilih Nutrisi yang Tepat

      Setelah orang tua paham apa yang dimaksud dengan kecerdasan multitalenta yang dimiliki anak pun juga mampu melakukan stimulasi dengan baik, langkah selanjutnya adalah memberikan nutrisi yang tepat guna mendukung pertumbuhan kecerdasan multitalentanya.

     Untuk mempermudah para orangtua menemukan nutrisi yang tepat, Morinaga telah mengkreasikan nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan pertumbuhan anak dalam berbagai produknya. Kebutuhan akan vitamin & mineral, kalsium, magnesium dan berbagai nutrisinya dapat dengan mudah ditemukan dalam berbagai produk Morinaga.

     Berikut beberapa produk Morinaga yang bisa mendukung perkembangan anak menuju kecerdasan multitalentanya

produk Morinaga

Beberapa Produk Morinaga

      Jadi, mari sinergikan nutrisi, stimulasi dan peran orangtua dalam menumbuhkan anak menjadi generasi cerdas multitalenta.

 

Iklan