Tag

, ,


     Berbicara sepak bola di Indonesia tentu tidak akan ada habisnya. Olahraga yang satu ini seperti sudah mendarah daging di tengah masyarakat kita. Olahraga yang bisa dilakukan oleh siapa saja, di mana saja dan kapan saja. Tidak jarang gang-gang sempit pun menjadi tempat favorit anak-anak menyalurkan hobinya dalam bermain bola.

     Dalam dunia perfilman, sepak bola pun menjadi tema yang menarik untuk digarap. Sutradara Ifa Isfansyah membuat satu film dengan judul Garuda di Dadaku. Efek terbesar dari film ini, lagu tema film ini yang berjudul sama, seakan sudah menjadi lagu wajib di setiap perhelatan olahraga terutama sepak bola. Ada pula sutradara kenamaan Hanung Bramantyo yang memotret sepak bola dalam Tendangan Dari Langit yang berhasil menjadi box office di tahunnya. Menyusul kemudian Cahaya Dari Timur: Beta Maluku yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko semakin menunjukkan dekatnya sepak bola dengan masyarakat.

PSSI

Di Indonesia pengelolaan olahraga sepak bola dipercayakan pada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau yang lebih dikenal dengan PSSI. Berdiri pada 19 April 1930, PSSI lahir dengan nama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia. Pada prinsipnya, tugas utama PSSI adalah mengatur seluruh kegiatan persepakbolaan Indonesia termasuk di dalamnya kompetisi nasional, kompetisi internasional, kebijakan-kebijakan sepak bola, sarana dan prasana juga pendidikan dan pelatihan.

Sepak bola di Indonesia banyak melahirkan klub-klub di daerah dengan massa yang loyal. Sebut saja Persib (untuk Bandung) dan Persija (untuk Jakarta). Dalam perkembangannya, PSSI pun mengalami konflik-konflik dan sempat pula kehilangan kepercayaan dari sebagian besar masyarakat.

#KongresPSSI2017

PSSI yang saat ini di bawah kepemimpinan Edy Rahmayady melangsungkan kongres pertamanya di Bandung pada tanggal 7-8 Januari 2016. Tujuan utama dilaksanakannya kongres ini adalah menyatukan visi dan misi seluruh elemen yang tergabung dalam PSSI menuju organisasi yang profesional dan bermartabat.

Ada beberapa langkah yang ingin dicapai dan dilakukan PSSI demi meraih tujuan utama tersebut di antaranya adalah:

  1. Membangun organisasi sepakbola Indonesia yang modern dan bermartabat, ditopang tata kelola organisasi yang profesional untuk peningkatan kualitas dan prestasi sepakbola Indonesia.
  2. Menjalankan kompetisi di semua tingkatan usia dengan iklim kompetisi yang kondusif sehingga terbentuk Tim Nasional yang kuat dan berprestasi di tingkat dunia.
  3. menciptakan sepakbola Indonesia sebagai sebuah industri yang dapat menyejahterakan insan-insan yang terlibat di dalamnya.

Mencermati 3 langkah dan tujuan utama tersebut, PSSI memberikan sebuah awalan yang baik. Bukan tidak mungkin ke depan sepakbola Indonesia akan menjadi sebuah industri seperti negara-negara lain terutama di Eropa. Hal terpenting adalah bagaimana PSSI membangun ekosistem sepak bola dan menyatukan seluruh elemen yang terlibat dalam nada dasar yang sama. Sehingga tak ada lagi conflict of interest dari pribadi atau sebagian golongan.

Pada kongres PSSI 2017 yang berlangsung di Hotel Aryaduta tersebut, hadir pula para kapten timnas senior (salah satunya Bambang Pamungkas) yang ikut dalam parade PSSI Corner. Hal ini tentu menunjukkan PSSI yang memang ingin menjadikan dirinya organisasi yang bermartabat karena masih menghargai para pendahulunya untuk turut serta memajukan PSSI.

Semoga #KongresPSSI2017 menjadi awal yang baik bagi sepak bola Indonesia di masa depan. Aamiin!

Iklan