Tag

,


      Cuaca mendung pada Sabtu, 8 Oktober 2016 tidak menyurutkan saya untuk silaturahim dengan Blogger Bandung. Nampaknya sejak sibuk dengan kegiatan persiapan Festival Film Bandung 2016 saya agak jarang mengikuti kegiatan perbloggeran. Memilih ikut acara yang berlangsung di Hokben Buah Batu bukan tanpa alasan, selain waktu yang pas juga jarak lokasi yang sangat dekat dari kediaman saya.

     Bicara Hokben maka kita akan bicara makanan. Salah satu fenomena sosial yang terjadi saat ini adalah kebiasaan memotret makanan sebelum disantap lalu diunggah ke sosial media. Bukan suatu rahasia lagi bukan? Nah, oleh karenanya menjadi menarik ketika acara ini dikemas dalam sebuah talkshow fotografi dengan tema #SnapYour Moment.

Tak perlu kamera yang sempurna untuk hasil yang sempurna! – Jilbab Traveler Love Sparks in Korea.

     Adalah Teh Arum seorang yang memang sudah terbiasa membuat cerita foto atau lebih gampangnya bagaimana membuat sebuah foto yang mampu berbicara kepada para penikmatnya. Sebuah foto/gambar idealnya mampu menjelaskan sendiri apa yang ingin disampaikan oleh foto tersebut. Untuk mencapai hal ini ada beberapa teknik atau tahapan yang dibagikan oleh Teh Arum yang bisa menjadi referensi.

p_20161008_100153

     Tahapan-tahapan tersebut di antaranya adalah
Mengamati / observasi : Penting untuk melihat dengan seksama objek yang akan difoto.
Bercerita : Diceritakan secara lisan objek yang akan difoto untuk mendapat masukan dan respon, kemudian catatlah.
Mengumpulkan : Hasil observasi dan bercerita lalu dikumpulkan untuk dilakukan analisa.
Menganalisa : Dalam tahapan ini, kita bisa memilih ide dari cerita fotografi yang akan kita buat. Bisa juga dengan membuat daftar pendek objek foto yang akan kita buatkan cerita fotonya.
Mencari referensi : Sebagai bahan belajar, penting untuk mencari referensi cerita foto melalui berbagai media. Buat saya, film bisa menjadi referensi yang pas selain buku-buku fotografi.
Memotret : Lakukan pekerjaan utama yakni memotret objek foto.
Memperbandingkan : Lakukan kurasi/seleksi terhadap objek foto yang sudah dipotret lalu sesuaikan dengan ide yang disusun saat analisa.
Menyusun Pola : Selanjutnya objek foto yang dikurasi bisa disusun dalam bentuk buku, slideshow atau juga pameran foto.

     Pada dasarnya setiap orang suka memotret dan juga menjadi objek foto. Nah, silakan dicoba saja langkah-langkah di atas agar foto yang dihasilkan selain bagus juga mampu bercerita dengan jelas.

p_20161008_113841_bf

Nah, kalau saya memang lebih seneng jadi objek foto, selfie lagi. Wkwwkwk

Tentang Hokben

     Pada tahun 2013, Hoka-hoka Bento rebranding diri menjadi Hokben meski sejak tahun 2007 pertama kali saya mengenal Hokben sudah menyebutnya dengan “Hokben”. Ya jadi, sekarang kita menyebutnya dengan Hokben saja ya. Arti rebranding ini bukan hanya sekedar nama, Hokben juga berkomitmen meningkatkan standar layanan dan tetap menjadi restoran fastfood favorit keluarga. Selain itu, Hokben juga sudah didukung Sertifikat Halal. So, tak usah ragu ya!

rebranding

     Sebagai sebuah perusahaan maka inovasi pelayanan harus dilakukan dan ditingkatkan. Pada tahun 2007, Hokben memperkenalkan layanan Call Center lalu setahun setelahnya meluncurkan website yang juga dilengkapi dengan fitur pesan online. Selanjutnya pada tahun ini, Hokben juga meluncurkan mobile apps untuk mempermudah pelayanan terhadap pelanggan terutama untuk proses pembelian. Dengan tagline “Sekarang kamu dan Hokben hanya sejarak Sumpit”, Mobile Apps Hokben menawarkan promo. Setiap Pembelian min 100rb rupiah free Chicken Katsu yang harganya sekitar 26rb rupiah. Promo ini berlaku hingga akhir November 2016. Nah, sok atuh, unduh heula di google play.

mobileapss

      Dalam kesempatan ini pula, Sarip selaku Store Manager Hokben Buah Batu memperkenalkan menu baru yakni Omiyage. Paket Hokben Omiyage ini memang cocok untuk keluarga, teman-teman atau juga rekan bisnis. Ada paket untuk 4 orang juga tersedia untuk 6 orang.

Jadi, ada apa dengan Hokben Buah Batu? Yuk merapat saja dan coba menu barunya.

contact-us

Iklan