Tag

, , , , , , , , ,


coverasurnasi

A Goal without A Plan is Just a Wish.

      Ada pepatah mengatakan bahwa suatu tujuan tanpa diawali oleh perencanaan hanya sebuah harapan kosong. Yach, dalam segala sesuatu aktivitas ataupun cita-cita harus dirancang sedemikian rupa. Tak usah jauh-jauh, misalnya untuk menyelesaikan sebuah tulisan, kita butuh juga perencanaan yang matang, membuat timeline yang pasti agar tidak melewati deadline yang telah ditetapkan. Jika masih banyak yang menyelesaikan dan atau bahkan baru memulai mendekati deadline, kemungkinan perencanaan waktunya yang buruk.

     Contoh lain, sering mengalami cibiran kalau pulang sesuai jam kerja kantor alias pulang sore? Atau atasan menganggap bahwa bawahannya yang pulang malam adalah yang paling bagus dan loyal kerjanya? Bisa jadi demikian bisa juga tidak. Sejauh analisa saya, ketika seorang pegawai diberi jatah delapan jam kerja selama sehari, maka sejak pagi ia harus sudah mengatur “what they are doing today“. Yach, jika tidak pekerjaan selalu diselesaikan mendekati jam pulang dan akibatnya pulang terlalu malam, sementara besok paginya harus sudah siap sedia lagi di kantor. Ini juga menandakan perencanaan yang buruk.

Lalu seberapa pentingkah konsep perencanaan dalam hidup kita?

Konsep Planning (Perencanaan)

     Dalam materi kuliah manajemen semasa dulu, tentu kita tidak asing dengan istilah POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling). Planning atau Perencanaan menjadi langkah pertama dalam proses manajemen. Hal ini juga tentu bisa terapkan dalam hidup kita untuk merencanakan masa depan kita.

     Pada dasarnya, sebelum kita merencanakan maka kita harus menetapkan tujuan kita terlebih dahulu. Coba kita cek apakah punya tujuan di masa depan yang akan kita lakukan? Ingin lanjutin kuliah? Ingin pergi Umroh? atau hanya sekedar liburan? Tentunya butuh perencanaan bukan?

     Baiklah, saya akan cerita mengenai liburan yang pernah saya lakukan. Setiap tahun saya selalu agendakan untuk bisa pergi liburan entah itu ke dalam atau luar negeri. Cerita di tahun 2013, saya liburan ke Padang, Sumatera Barat dan dilanjut ke Mandailing Natal Sumatera Utara sekaligus juga pulang ke kempung halaman ayah. Timbullah masalah! Kapan saya berangkat? Naik apa kesana? Pergi bersama siapa? Dan uangnya dari mana? Baiklah kita bahas satu-satu persatu.

     Posisi saya saat itu, sedang menjadi pegawai kantoran yang otomatis selain Sabtu dan Minggu atau tanggal merah, maka saya harus ambil cuti karena untuk pergi ke Mandailing Natal nampaknya saya tak ingin hanya 2 hari saja. Pasti kurang puas. Lalu saya pilih-pilih tanggal yang sekiranya Jumat tanggal merah, sehingga kamisnya bisa mengajukan cuti. Pertimbangan lain, di saat bersama tidak ada juga rekan yang mengajukan cuti. Juga, dilihat saat load beban kerja yang cukup rendah. Setelahnya, didiskusikan dengan atasan dan alhamdulillah disetujui. Ini saya lakukan 3 bulan sebelum hari H keberangkatan.

     Setelah menentukan waktu, lalu saya berpikir untuk hal transportasi. Pesawat terbang dari Bandung menuju Padang, tidak ada, maka keberangkatan harus dari Jakarta. Alhasil saya pesan tiket PP (Pulang Pergi) dari Jakarta – Padang menggunakan salah satu maskapai; sementara berangkat dari Bandung hingga ke bandara bisa menggunakan travel.

     Lalu, cek dan ricek keuangan serta menyusun anggaran pos-pos. Pos untuk biaya makan, oleh-oleh, transportasi lokal, tiket, dan serta biaya tak terduga lainnya juga harus disiapkan dengan matang.

     Jika sudah disiapkan dengan baik, maka liburanpun tentunya menyenangkan. Jelas sudah untuk hal sederhana seperti liburan saja, kita harus lebih pintar melakukan perencanaan terlebih dahulu.

lba1

Perencanaan dan Manajemen Risiko

     Liburan hanyalah rencana jangka pendek (short term) ada banyak hal lain yang menyangkut jangka panjang yang membutuhkan perencanaan yang matang apalagi jika hal-hal yang memiliki risiko yang tinggi dan sulit terduga atau diprediksi.

     Bicara risiko, tentunya setiap dari kita tidak akan lepas dari risiko. Gampangnya mengartikan risiko seperti ini, ketika kita hendak bepergian naik motor maka sudah ada risiko yang melekat, seperti macet, kecelakaan, hujan besar dan lain-lain. Tentunya sering kita lakukan juga, berkendara memakai helm, menyiapkan jas hujan, mengecek mesin motor. Secara tidak sadar kita juga sudah melakukan mitigasi risiko.

     Mitigasi risiko adalah satu bentuk manajemen risiko. Jika dulu persepsi orang bahwa risiko itu harus dihindari, justru saat ini pemikiran sudah lebih maju, risiko harus dikelola. Bagaimanapun risiko itu dihindari, risiko itu akan tetap ada. Pengelolaan risiko itu yang bentuknya macam-macam, ada yang dikelola sendiri ada pula yang dialihkan (risk transfer). Sederhananya mirip seperti kita punya pembantu rumah tangga atau tidak. Jika tidak memiliki pembantu, maka risiko pekerjaan rumah kita yang melakukan, jika ada pembantu, maka risiko itu dialihkan. Begitulah kira-kira sederhananya manajemen risiko.

riskba

Hal – hal Jangka Panjang yang Harus Direncanakan

Apa yang akan kita lakukan saat pensiun?

Bagaimana kita bisa hidup setelah pensiun?

Bagaimana sekolah anak-anak kita?

     Pernahkah terpikir hal-hal demikian? Jika sudah terpikir, setidaknya kita sudah memiliki kepekaaan lebih akan hal-hal jangka panjang yang harus kita siapkan sejak dini. Berikut beberapa hal yang nampaknya harus dipersiapkan;

Kesehatan

     Kesehatan merupakan sesuatu yang mutlak dibutuhkan oleh kita agar bisa lancar beraktivitas. Namun, bagaimana pun juga, risiko “sakit” selalu melekat. Mitigasi risikonya adalah mengatur pola makan, mengatur pola tidur juga sering olahraga. Agar senantiasa tubuh kita sehat, maka langkah-langkah mitigasi risiko tersebut harus diatur dan direncanakan dengan matang agar sesuai dengan tujuan yakni sehat sepanjang hidup. Aamiin.

Pendidikan

     Tidak semua warga negara Indonesia dapat mengenyam pendidikan yang sama di setiap daerahnya. Maka kita yang berkesempatan memperoleh pendidikan yang layak sudah selayaknya bersyukur. Sebaiknya perencanaan sekolah anak sudah dipersiapkan dan dipikirkan sejak dini. Mutlak menjadi tanggung jawab para orangtua untuk melakukan yang terbaik untuk anak-anaknya ya.

Investasi

     Terkadang banyak hal di luar rencana yang membutuhkan dana besar. Solusinya adalah melakukan investasi salah satunya adalah dengan menabung atau deposito. Bisa juga sih saham, reksadana atau instrumen lainnya. Ah nggak ngerti? Sama! Jadi mulai dari sekarang kita wajib tahu dan mencari tahu tentang investasi lebih detail, bisa googling kok.

Proteksi

     Perlindungan terhadap diri dan jiwa secara fisik juga penting. Seperti yang dijelaskan di atas, risiko terbesar kecelakaan dan atau hingga menyebabkan kematian melekat di setiap masing-masing individu.

4sunlife

      Kesehatan, Pendidikan, Investasi dan Proteksi hal penting yang perlu kita siapkan demi masa depan lebih baik. Namun yang terpenting, masih banyak dari kita yang belum sadar akan pentingnya hal tersebut. Ada juga yang sudah merasa ngeh, namun belum memiliki pengetahuan yang cukup untuk merencanakan itu semua.

     Edukasi menjadi hal wajib. Bertanya dan konsultasi pada ahlinya juga memungkinkan. Namun di zaman yang serba digital, jelas mbah google menjadi alasan utama untuk mencari segalanya (kecuali mencari isi hati saya, wkkwwk). Setelah kita memahami pentingnya keempat hal tersebut menunjang masa depan, mari kita sama-sama mengupgrade diri dengan pengetahuan yang lebih baik.

cobc

     Sebuah pameran iterasi keuangan yang diadakan diadakan di Paris Van Java pada tanggal 29 – 31 Juli 2016 kemarin adalah salah satu cara saya mengupgrade diri mengenai perencanaan. Dari serangkaian kegiatan tersebut, ada acara diskusi mengenai perencanaan keempat hal tersebut di atas. Sayangnya, waktu yang terbatas, tidak terlalu maksimal dalam menggali informasi. Agar sesi diskusi bisa tetap berlanjut, Sun Life Financial selaku penyelenggara seminar memperkenalkan BrightAdvisor. Apa Itu?

Tentang BrightAdvisor

     BrightAdvisor adalah sebuah portal online sebagai media tempat bertanya seputar asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, investasi dan perencanaan. Tuh kan cocok, untuk memperkaya pengetahuan kita. Portal ini dikembangkan oleh salah satu perusahaan produk perlindungan yang mendapat penghargaan predikat “Sangat Bagus” untuk produk Unit Link dari Majalah Infobank dalam “Infobank Unit Linked Awards 2016“. Namun, untuk memanfaatkan BrightAdvisor yang saat ini juga bisa diakses di https://www.brightadvisor.co.id/ tidak dikenakan biaya dan tidak diharuskan menjadi nasabah Sun Life terlebih dahulu. BrightAdvisor murni merupakan cara SunLife turut sumbangsih mengedukasi masyarakat dalam hal perencanaan yang lebih pintar. Baiklah, saya pun tertarik untuk mencobanya.

     Pertama membuka situs BrightAdvisor, saya langsung tertarik pada fitur Bright Calculatornya. Salah satu yang saya gunakan adalah Quick Financial Checkup. Berikut hasilnya

ba1

ba2

     Setelah dicoba kurang lebih hasilnya seperti di atas. Tak ada cicilan hutang memang, karena prinsip saya dalam hidup sebisa mungkin tidak berhutang. Pada portal ini, tidak hanya kalkulator Quick Financial Checkup, ada juga perhitungan dana pensiun, estimasi dana darurat juga perkiraan dana proteksi. Saya coba perhitungan dana darurat ya, selebihnya silakan dicoba sendiri ya.

ba3

ba4

      Nah, untuk lanjut lebih detail, kita bisa daftar dan login lalu konsultasi dengan advisornya dan menurut Bpk. Fabie, Senior Manager Digital & Social Media Marketing dari Sunlife, menjelaskan bahwa pertanyaan kita akan dijawab oleh Advisor tidak lebih dari 2×24 Jam. So, saya pun mencoba dengan sign up terlebih dahulu.

     Dan ternyata, dibalas hanya dalam waktu 2 jam saja. Dalam pertanyaan saya tersebut, saya bertanya tentang asuransi perjalanan, karena memang saat seminar kemarin, apa yang dipaparkan oleh para pembicara belum sepenuhnya tuntas. Alhamdulilah, BrightAdvisor ternyata sangat membantu. Silakan manfaatkan portal ini ya kawan, untuk menambah pengetahuan kita agar dalam melakukan perencanaan lebih pintar untuk masa depan yang lebih baik.

     Dari tanya jawab di atas jadi banyak tahu tentang perencanaan perlindungan saat perjalanan yang sempat disinggung juga oleh Parmadi Budiprasetya seorang blogger fotografi yang saat seminar menjadi salah satu pembicara juga. Penjelasan mengenai perencanaan juga diperkuat oleh pembicara lain, Joice Tauris Santi, seorang pakar asuransi yang juga seorang wartawan. Dari tangan dingin beliau lahirlah buku “Selami Asuransi Demi Proteksi Diri”.

     Pada akhirnya kita memang harus pandai-pandai dalam merencanakan masa depan yang lebih baik guna meminimalisir risiko-risiko buruk yang mungkin terjadi tak terduga. Oleh karenanya, mari kita sama-sama menjadi individu yang cerdas, dan semoga BrightAdvisor membantu mencerahkan perencanaan kita.

Iklan