Tag

,


Cover Lelaki & Kesehatan

     Bicara masalah kesehatan, biasanya kaum lelaki yang jarang memperhatikan hal ini. Mungkin nggak semua, tapi setidaknya bagi saya sendiri apalagi anak rantau yang jauh dari orang tua, banyak faktor yang menyebabkan saya seringkali abai terhadap kesehatan diri. Lalu sebetulnya apa sich masalah utama lelaki? PERUT BUNCIT!!! Kalau kamu?

     Perut buncit katanya menjadi awal penyebab segala penyakit yang bisa menyerang para lelaki. Hm.. selain diabetes, juga mempengaruhi terhadap kekuatan “rudal”nya. Aduuuh, ngeri juga ya. Sebelum jauh ke arah sana, saya mau cerita dulu kebiasaan saya pribadi nih terhadap kesehatan. Berhubung sejauh ini saya masih lelaki, semoga cerita saya bisa mewakili juga para kaum lelaki. Heheh

      Sebetulnya, sepintas sih alias secara fisik saya sih sehat-sehat saja, dan tak pernah mengalami sakit yang serius apalagi sampai dirawat di rumah sakit. Namun banyak kebiasaan jelek (kata dokter sih) yang sering saya lakukan yang bisa menjadi deposito “penyakit” untuk hari tua nanti. Apa saja?

  1. NGEMIL

Jujur, saya paling seneng ngemil dibanding makan biasa. Lha, ini sih setiap orang juga suka, namun faktanya satu hari saya bisa habisin OR*O hingga 3 bungkus, maklum di minimarket yang konon dibangun pada bulan Maret itu, sering ada promo Buy 2 Get 3. Gula, tepung, gula, tepung masuk semua ke badan. Nah, yang perutnya masih buncit, coba cek ngemil kayak gini juga nggak?

2. TIDUR TIDAK TERATUR

     Saya juga termasuk orang yang tidak terlalu mempermasalahkan waktu tidur. Mau tidur jam 9 malam, mau bergadang ampe pagi, ya sudah. Namun rupanya, pola seperti ini juga (lagi-lagi kata dokter) mempengaruhi pada kesehatan dan aliran darah. Ya, percaya saja ya lah, wong dokter yang ngomong kok. Xixixixi

3. KURANG OLAHRAGA

      Yoga? Zumba? Renang? Badminton? Bola? Kalau nggak hobby-hobby banget, saya jarang sekali olahraga, kecuali olahraga lima jari khas para lelaki. Eh. Nah akibatnya kata dokter, otot-otot yang kurang terlatih, sementara lemak dan karbohidrat tetap masuk ke tubuh dari aktivitas ngemil tadi. Pantes, berat badan kok rasanya nambah terus ya.

4. POLA & JENIS MAKAN

     Kata dokter, pola dan jenis makanan itu sebaiknya yang mengandung protein yang diperbanyak. Hm..kalau saya ya, boro-boro mikirin protein, vitamin atau dan yang lain sebagainya. Lapar ke warteg terdekat. Santap apa yang ada. Apalagi kalau malam, pasti kebiasaan anak kost itu adalah pecel lele (plus kol goreng) atau nasi goreng. Aduuuh..karbo..karboo.. Itu kalau di dompet sedang Soekarno Hatta tapi kalau udah Pattimura larinya ke mie instant. Saya banget!

     Nah, itu kebiasaan buruk yang saya lakukan. Kok sudah tahu kebiasaan buruk masih saja dilakukan. Maklum saya baru tahu itu buruk ya setelah konsultasi sama dokter. Makanya dari tadi kata dokter mulu kan?

     Adalah Dr. David Budi Wartono., ABAARM CERT., AAAM CERT. Nah, gelarnya aja bikin pusing ya. Xiixixixix. Tapi tenang, orangnya nggak bikin pusing kok, malah support banget terhadap masalah yang sedang saya hadapi.

drdavid

Sumber dari sini

     Pertama kali bertemu dengan beliau, saat saya menjadi MC di acara TalkShow Food Blogger persembahan Blogger Bandung. Nah salah satu, pembicaranya adalah pak dokter David itu. Pertemuan kedua masih dalam kondisi yang sama, saya sebagai MC dan pak dokter narasumber. Waktu itu dalam acara Body Aesthetic di Hotel Best Western Premiere sebrang BIP. Kali ketiga, suasana berubah, dr. David sebagai dokter dan saya sebagai pasien.

     Hm..jadinya saya berkesempatan main ke tempat beliau praktek. DF Clinic. Rupanya tidak jauh dari lokasi kost-an saya masih sekitaran Pasteur. Alamat lengkapnya sih, di Jalan Lemah Syahwat (eh salah, Astagfirullah) maksudnya Lemah Nendeut No. 10 Bandung. Patokannya gampang sich. Tau kan Jalan Surya Sumantri Maranatha? Nah ujungnya kan ada pom bensin tinggal belok kiri dan DF Clinic ada di sebelah kanan. Ketemu dech. kalau nggak ketemu boleh minta tolong babah google maps atau babang gojek ya.

Dokumen Pribadi

Dokumen Pribadi

     Kesini saya tidak sendiri, tapi bersama emak-emak. Yach, emak-emak gaul sich. Sambil duduk-duduk di sofa nya yang nyaman, datanglah Kang Rhenza marketing DF Clinic memperkenalkan sekilas tentang DF Clinic dan menawarkan paket-paket perawatan. Hm… sangat fantastis. Meminjam filosopi Rudy Habibie

Fakta : Perut saya nggak rata (khawatir buncit terlalu sensitif)

Masalah : Saya ingin perut rata, tapi masih melakukan kebiasaan buruk di atas.

Solusi : Stop semua kebiasaan buruk dan konsultasikan dengan DF Clinic.

Nah, mulai saat itu saya sudah mengurangi kebiasaan buruk tadi. Semoga konsisten ya. Selain itu, saya juga tetap konsultasi dan perawatan di DF Clinic agar hasil terawasi dengan baik. Penasaran apa saja yang saya lakukan. Tunggu di blogpost selanjutnya edisi Lelaki dan Kesehatan part 2.

Iklan