Tag

, , , , , ,


Pernah kehilangan harapan? Baca 10 halaman pertama, anda akan percaya bahwa harapan itu masih ada.

      Lagi dan Lagi, XXI Empire BIP selalu dipadati pengunjung setiap hari Sabtu dari siang hingga menuju malam minggu. Ini salah satu mall di Bandung, gudangnya para alay (baca: anak-anak muda). Tak jarang jika beberapa film memilih mengadakan nonton bareng serta meet & greet di mall ini. Tidak terkecuali film yang baru saja tayang kamis kemarin, I am Hope.

HopeTatjana

Para pemeran I Am Hope mulai dari Tatjana Saphira (Kiri), Alessandra Usman (Tengah) dan Kenes Andari (Kanan)

    Siang itu tanggal 20 Februari 2016 sekitar pukul 12.30 saya memang sudah berada di depan studio XXI Empire BIP. Mata saya langsung tertuju pada panggung kecil di area foodcourt tak jauh dari bioskop. Rupanya arena pentas untuk acara meet & greet with cast & crew I Am Hope sudah dipersiapkan dengan baik. Saya menuju mushola BIP terlebih dahulu untuk melaksanakan sholat dzuhur.

     Selepas dzuhur banyak hal-hal yang menarik dari film I Am Hope itu sendiri yang akan saya sajikan dalam blogpost kali ini. Yuk kita simak!

  • Film I Am Hope ini digagas oleh Amanda & Janna Soekasah bersama Wulan Guritno yang terinspirasi dari gerakan Gelang Harapan #BraceletOfHope.
  • Gelang Harapan ini adalah sebuah gerakan yang peduli terhadap para penderita kanker termasuk keluarganya.
  • Keuntungan dari film ini memang diperuntukkan untuk donasi bagi mereka para penderita kanker. Kamu yang nonton film ini, itu artinya juga kamu ikut menyumbang.
  • Film ini adalah film panjang pertama Adilla Dimitri (yang juga suami dari Wulan Guritno) duduk di kursi Sutradara. Sebelum ini Adilla pernah menjadi sutradara di salah satu segmen film Omnibus (kumpulan film pendek) DILEMA.

    HopeAdilla

    Adilla Dimitri (yang pegang Mic) tengah menjawab pertanyaan wartawan.

  • Tidak hanya di kursi sutradara dan produser film ini, pasangan suami istri berkolaborasi. Ada juga Yudi Datau selaku penata kamera, dan juga istrinya Ine Febriyanti yang turut mendukung berperan sebagai Madina di pertunjukkan teater di paruh akhir film. Menarik bukan?
  • #IAmHopeTheMovie juga merupakan pengalaman pertama Alessandra Usman (Runner Up II Puteri Indonesia 2010) dalam dunia film layar lebar. Terpilihnya Alessandra yang berperan sebagai Maia, didapat melalui casting.
  • Aktor utama film ini dipercayakan pada sosok wanita cantik pendatang baru, Tatjana Saphira, yang sebelumnya sempat bermain dalam film Negeri van Oranje.
  • Meski dihuni oleh para pendatang baru, I am Hope juga menghadirkan sosok – sosok senior baik sebagai pemeran pendukung ataupun cameo, di antaranya ada 2 nama besar yakni Tio Pakusadewo dan Ray Sahetapy.
  • Bicara film, tentu tidak akan lepas dengan perhitungan jumlah penonton dan Break Event Point (BEP) istilah kerennya balik modal. Dikatakan, Wulan Guritno, film ini bisa dikatakan BEP jika mencapai kisaran 350rb penonton. Sebuah angka yang begitu mudah dilalui oleh film London Love Story, Magic Hour, atau film-film baper lainnya, namun sulit untuk digapai oleh film semisal Guru Bangsa Tjokroaminoto atau Aach Aku Jatuh Cinta bahkan Ketika Mas Gagah Pergi. Bagaimana dengan I am Hope?
  • Rupanya film ini juga ada novelnya lho yang ditulis oleh Gayatri Djajengminardo. Berhubung saya dapet doorprize novel saat meet & greet kemarin, jadinya saya mau baca juga ah novelnya. Tapi tenang, saya tentu tidak akan pernah membandingkan buku dengan filmnya.

     Melihat aksi sosial dari film ini dan perjuangan para cast & crew demi terwujudnya film I Am Hope memang layak diapresiasi. Bahkan di sela-sela meet & greet saya hampir saja menitikkan air mata karena saat itu kedatangan tamu dari sebuah yayasan (lupa saya namanya) yang menaungi anak-anak penderita kanker. Jujur, mata ini tiba-tiba sembab karena senyum anak-anak itu seakan tidak terjadi apa-apa, padahal faktanya kanker adalah hantu menakutkan yang mungkin bisa membuat penderitanya putus asa.

    Yach, begitulah hal menarik yang saya dapat dari film I am Hope. Lalu bagaimana dengan filmnya itu sendiri? Kamu penasaran? atau nunggu dulu review saya? Jangan dech karena review akan saya publish jika I am Hope sudah turun layar setidaknya di Kota Bandung. Jadi buktikan sendiri di bioskop ya!!!

Dimana ada keberanian di situ ada harapan.

 

 

Iklan