Tag

, ,


   tmp_combined_photo(2)

     Sebagai generasi yang lahir tahun 90-an lebih tepatnya lahir pada 5 Oktober 1990 saya adalah termasuk generasi yang masa kecilnya ditemani petak umpet, galasin, “kaleci” (baca: gundu) dan segudang permainan tradisional lainnya. Namun tak dapat dipungkiri menginjak usia belasan tahun, saya tumbuh dan berkembang bersama Play Station (baca: PS), Mario Bross, Mortal Kombat, Nintendo dan sejenisnya. Oleh karenanya generasi 90-an bisa disebut generasi yang lahir dengan tradisional namun tumbuh dan berkembang dengan teknologi.

    Lalu bagaimana dengan adik saya yang terakhir? Ya adik saya yang paling kecil ini lahir pada bulan Maret 2011. Ia lahir langsung bersentuhan dengan teknologi, bahkan ia satu-satunya dari 6 bersaudara yang lahir dengan metode sesar, sementara 5 kakaknya dengan persalinan normal. Metode persalinan sesar pun konsekuensi logis atas perkembangan teknologi dalam dunia medis.

    Lalu bagaimana dengan orangtuanya? Punya anak yang lahir dan berkembang dengan teknologi hingga yang langsung bersentuhan dengan teknologi, orang tua saya termasuk yang masih “ndeso” alias gaptek. Tapi rasanya, bukan hanya mereka berdua, masih banyak pula orang tua yang sama dengan orang tua saya, orang tua yang dibelikan smartphone oleh anaknya supaya kalau chatting pake Line atau WA tetep saja orang tua kalau nggak SMS ya nelpon. Udah tahu anaknya nggak pernah lagi sedia cadangan pulsa semenjak ada paket data. Hayo ngaku?

    Adik saya yang berumur mau 5 tahun ini, agak sedikit nakal memang. Meski udah disediain mainan mobil-mobilan, layangan, perang-perangan, tetap saja kalau saya main smartphone, ia merajuk dan mewek (nangis) dengan kencang sekencang-kencangnya yang tak ayal bikin mamah yang sedang masak di dapur ikut kesel. Terpaksa saya kasih pinjem, meski didera rasa khawatir takut koleksi 3gp saya kebuka. Hahahahha. Kalau yang segenerasi saya tahu lah 3gp itu apa. Upz, jadi ketahuan. Xixixixi. sebenarnya sich ada cara lain, biar adik saya nggak nangis. Cukup bawa ke minimarket dan borong makanan kesukaannya. Beres? Berdasarkan histori pengalaman, ia berhenti nangis, tapi begitu nyampe rumah ngerajuk lagi. Aduhhh.

    Orang tua saya memang belum mutusin untuk ngasih adik saya gadget. Ya alasannya sih khawatir bakal masuk ke konten negatif terlebih pornografi secara tidak sengaja saat berselancar di internet. Hal yang paling membahayakan tumbuh kembang adik saya. Untuk masalah ini orang tua saya memang sering konsultasi kepada saya bagaimana solusinya. Saya pun bingung sich, apalagi temen-temen adik saya sudah pada punya gadget sendiri. Kadang saya juga sedih ngeliat adik saya main layangan sendiri, jadinya kalau saya pulang ke rumah pasti saya ajak main dan menghabiskan waktu bersama adik saya itu.

16-01-24-18-01-54-960_deco

Quality Time bersama Putra, adik saya (doc. pribadi)

    Salah satu hobby saya adalah gadget consultant. Jadi kalau ada temen-temen saya yang mau beli gagdet biasanya konsultasi dulu ke saya untuk sekedar perbandingan spesifikasi dan harga agar dapat gadget yang terbaik di kelasnya dan tentu sesuai kebutuhan. Meski begitu, saya masih saja bingung memilih gadget yang pas buat adik saya. Kebingungan saya ini memang berpusat pada gadget apa yang sebaiknya saya berikan, karena sudah barang tentu saya ataupun orang tua saya tidak akan bisa mengontrol full 24 jam. Akan amat sangat bahaya jika saya salah memberikan gadget pada adik saya meski pada awal tujuannya baik yakni agar adik saya tidak gaptek dan mudah beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

    Rupanya pepatah di mana ada masalah di situ ada solusi memang benar adanya. Tidak ada permasalahan yang tidak ada solusinya selama para manusia di dunia ini berkreasi mengubah masalah menjadi peluang. Acer membuktikan dan menjawab kebingungan saya. melalui gadget terbarunya Acer Liquid Z320. Apa istimewanya gadget ini?

Acer Z320
Sebuah ekosistem baru diciptakan oleh Acer Liquid Z320 yang dirancang untuk anak-anak. Ahahahahah, bingung dengan kata ekosistem. Bahasanya ketinggian ya? Ya udah sederhananya Acer Liquid Z320 memiliki fitur baru yang diberi nama KIDS CENTER. Sudah barang tentu dari namanya saja, fitur ini dirancang oleh Acer untuk anak-anak. Sip! Fitur ini sangat aman untuk adik saya karena menawarkan beragam konten baru setiap harinya baik yang gratis atau yang berbayar. Kids Center juga dilengkapi dengan parental control untuk memantau aktivitas internet adik saya, sekaligus mengatur keamanan penggunaan smartphone untuk mencegah adik saya dari men-download konten dewasa atau membeli aplikasi baru tanpa seizin saya tentunya. Yess, asyik!! Meskipun adik saya nantinya bermain gadget, ia akan tetap berada dalam kontrol saya. Hahahhahahah (tertawa keras ala Mak Lampir, upz).

kidcenter

Kids Center (doc. Acer)

    Tidak hanya itu, Kids Center bisa menjadi media untuk pembelajaran yang mengasyikkan. Acer mengisi Kids Center dengan berbagai konten bermanfaat bagi adik saya. Ada ribuan aplikasi edukasi untuk membantu adik saya belajar sekaligus mengasah kreativitasnya. Ada pula aplikasi gaming dan video yang dapat dinikmati adik saya seusai main layangan. Bahkan mungkin, adik saya akan betah main Acer Liquid Z320 sendiri daripada main gundu sendiri.

batasi konten

Pembatasan Konten dalam Fitur Kids Center. (doc. Acer)

    Bagusnya lagi, Kids Center memungkinkan saya dan orang tua saya untuk mengatur situs web apa saja yang boleh dikunjungi dan berapa lama waktu yang dimiliki adik saya untuk bermain-main dengan gadget ini. Tuh, tetap anak jangan dibiarkan berlama-lama juga nanti bakal adiksi gadget. Berbahaya juga. Selain itu, untuk memaksimalkan potensi kreativitas anak, Kids Center di Acer Liquid Z320 juga menyediakan aplikasi untuk menggambar, mewarnai dan kamera khusus anak yang dilengkapi dengan berbagai macam pilihan latar belakang dan stiker. Udah gitu, tak perlu unduh-unduhan (download) lagi, fitur ini sudah tertanam langsung di gadgetnya, bahasa kerennya preinstall. Gimana mantap kan?

acer2

Aplikasi pada Kids Center (doc. Acer)

    Mantap!!! Acer memang keren, dan mengerti kebutuhan saya dan mamah saya. rasanya saya tidak perlu khawatir lagi dan yang paling penting gadget saya terhindar dari gangguan adik saya serta tidak ada lagi tangisan adik saya yang sungguh menggemparkan dunia. Hahahhahah (kali ini tertawa keras ala si Kentung). “pokoknya Putra jangan nangis lagi ya, ntar kakak beliin Acer Liquid Z320” dan Putra, adik saya pun berhenti menangis lalu berkata “tapi ayeuna ka alfamar*t heula, meser susu bendera, susu beruang sama kinderj*y” (tapi sekarang ke minimarket dulu beliin susu).

adiksaya1

Putra, adik saya (doc. pribadi)

Masih ragu membiarkan anak bermain gadget???

Iklan