Tag

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,


       Yeah, finally petualangan nonton film di bioskop tahun 2015 berakhir sudah. Total tahun ini secara kuantitas, jumlah film yang ditonton meningkat dari tahun 2014. Tahun ini sebanyak 91 film dengan komposisi 76 Film Indonesia dan 15 Film Impor. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pengalaman nonton ada yang bikin baper alias gue banget, sedih, haru, bangga namun tidak sedikit pula yang mengecewakan. Beberapa judul seperti Miss Call, Dark Castle, Melacholy is A Movement hingga Persembahan Terakhir termasuk dalam daftar Film Indonesia yang mengecewakan.

       Tahun ini, film Indonesia cukup bagus dan merata, tidak ada yang terlalu menonjol masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Nah ini yang menyulitkan saya memilih 15 Film Indonesia Paling Keren dari 76 Film. Setelah bertapa, istikharah, semedi dilakukan semua, lalu corat-coret daftar film, terpilihlah 15 Film Indonesia tahun 2015 yang memberikan pengalaman menonton paling berkesan. Mungkin ada film yang menurut kalian seharusnya masuk, namun tidak terdapat dalam daftar ini. Silakan saja, berbeda pendapat itu wajar yang penting ditonton dulu. Hehehehe. Tanpa basa – basi lagi kita sambut inilah 15 Film Indonesia Paling Keren 2015

16-01-04-11-39-36-685_deco.jpg

15. NGENEST (Starvision – Ernest Prakasa)

      Premis yang dihadirkan dalam film ini cukup sederhana yakni ketakutan Ernest yang berdarah Cina memiliki keturunan yang persis seperti dirinya, Cina lagi. Namun premis ini dibungkus dengan apik dibumbui dengan komedi-komedi yang tiada habisnya. Meski pada beberapa menit awal, jokes-jokesnya masih terasa hambar, seterusnya NGENEST sangat pecah. Performa pemain utama Ernest Prakasa & Lala karmela hadir dengan gemilang ditambah para pemain pendukung seperti Morgan Oey, Ferry Salim, Olga Lidya dkk cukup berkolaborasi dengan baik. Sebagai film yang ditulis, disutradarai dan dimainkan langsung oleh satu orang, NGENEST merupakan awal yang baik bagi seorang Ernest Prakasa. Saya sih mending dihina daripada dilupain. Hidup Filosopi Tokai. xixixix


14. ROCK N LOVE (Apollo Pictures – Hedy Suryawan)

      Mungkin tidak banyak yang nonton film ini, padahal menurut saya film ini cukup mewakili film Indonesia yang berbau rock & musik yang beberapa tahun terakhir sempat lenyap. Rock N Love yang menceritakan persahabatan dan karir grup band Kotak diramu dengan apik oleh Hedy Suryawan. Rock dan Love sangat sesuai porsinya. Kekuatan utama film ini memang ada pada tata musik dan tata suara yang begitu merasuk ke dalam hati saya. Selain itu, para personil Kotak pun bermain natural dan mampu mengimbangi akting para aktor seperti Vino G. Bastian dan Denny Sumargo.


13. SKAKMAT (MNC Pictures – Ody C. Harahap)

       Terjun bebas. Secara jumlah penonton, film ini bisa dikatakan sangat jeblok. Mengingat SKAKMAT diproduksi oleh PH besar MNC Pictures yang mana 2 film sebelumnya masih mencatatkan rekor masuk dalam daftar 10 besar film terlaris 2015. Kekuatan utama film ini ada pada kolaborasi Donny Alamsyah dan Tanta Ginting yang pas dan tidak serakah dalam berbagi peran. Mengusung laga komedi, SKAKMAT sukses menampilkan komedi yang ringan dan natural. SKAKMAT nampak mengalir dan tidak dibuat-buat. Salman Aristo selaku penulis skenario mampu membuat alur film ini menjadi nikmat. Sayangnya filosopi catur yang hendak diusung dalam film ini kurang mengena, mungkin dikarenakan filosopi catur ini baru disinggung lebih banyak di paruh akhir film. Di awal film hanya diceritakan bahwa sang tokoh utama hobby bermain catur tanpa menyinggung filosopi catur tersebut.


12. AIR MATA SURGA (Tujuh Bintang Sinema – Hestu Saputra)

     Dibandingkan dengan film yang bertema serupa dan masih menggunakan kata “surga”, Air Mata Surga hadir lebih natural dan tidak lebay. Konsistensi atas peran Dewi Sandra sebagai tokoh utama sangat dominan dalam film ini dan menjadikan film ini cukup layak untuk ditonton. Film yang berkisah tentang kesetiaan cinta seorang wanita yang tidak bisa memiliki anak ini memang cocok ditonton oleh para sepasang suami istri untuk lebih paham lagi arti cinta sejati. Adegan paling menyentuh dalam film ini adalah ketika pernikahan antara Fikri dengan sahabat Fiesha, istrinya dan disaksikan sendiri oleh Fisha diriingi dengan lagu kece dari Melly Goeslaw tidak bisa terlupakan dalam ingatan saya. Efek terbesar dari film ini, saya jadi suka sama lagu Air Mata Surga dan terus diputar berulang-ulang hingga hafal. Xixixi

Tiket Nonton (1) – Dokumentasi Pribadi


11. FILOSOPI KOPI (Visinema Pictures, Torabika – Angga Dwimas Sasongko)

     Setelah tahun lalu, film bertema kuliner, memukau lewat Tabula Rasa, tahun ini Filosopi Kopi tampil spektakuler. Duet maut Chicko Jericco & Rio Dewanto layak mendapat apresiasi sebagai salah satu pasangan dalam film paling keren. Chemistry Ben & Jodi menghidupkan film yang ditulis apik pula oleh Jenny Jusuf. Cerita Filosopi Kopi meski dipanjangkan dari cerpen ala Dewi Lestari, tidak terkesan lebay dan dipanjang-panjangkan. Sayangnya pada 10 menit pertama, tata kamera goyang sehingga menghasilkan gambar yang cukup memusingkan kepala. Bukan saya saja yang mengalaminya tapi juga temen-temen saya yang nonton bareng di studio. Untungnya, kamera semakin membaik seiring cerita yang mampu melarutkan jiwa penonton.


10. BADOET (DT Films – Awi Suryadi)

     Tipikal film horror baik Indonesia maupun luar sebagian besar adalah tokohnya pindah rumah, merasa tidak nyaman dan diteror. Begitu kan? Salah? Tidak, jika dikemas apik. Sayangnya banyak yang dikemas seadanya. BADOET menjawab mainstream premis film horror dengan bangunan emosi yang mencekam. Dibalut tata musik dan tata suara yang keren, Badoet hadir melawan kebiasaan film horor lainnya. Bercerita tentang sosok Badoet yang meneror anak-anak, film ini menghadirkan skenario yang bagus dan keren. Saya paling ingat ketika Ratu Felisha membaca ayat kursi saat anaknya kesurupan. Well bukannya sadar, si iblis malah ngikutin ayat kursi. Keren. Bagi anda yang nonton film ini, tentu anda tak akan sama lagi dalam memandang kopaja, balon dan mesin cuci. Tidak berlebihan jika saya menyebut BADOET adalah film horror terbaik tahun ini.


9. KAPAN KAWIN? (Legacy Pictures – Ody C. Harahap)

     Jika anda bertanya apa film komedi romantis terbaik tahun ini? Jawaban saya sudah pasti Kapan Kawin?. Performa Adinia Wirasti & Reza Rahadian layak diacungi jempol. Eksplorasi kedua karakternya cukup dalam sehingga mampu menghadirkan chemistry yang apik, baik tangis ataupun tawanya. Rangkaian dari satu scene ke scene berikutnya ditata cukup baik oleh Monty Tiwa dkk selaku penulis skenario. Memang, kekuatan utama film ini ada pada cerita, Reza dan Adinia. Andaikan Reza dan Adinia tidak bermain apik, entahlah akan jadi apa film ini. Nah, pokoknya dari Kapan Kawin saya belajar, kalau kita ingin memberikan kebahagiaan kepada orang lain, kitanya dulu yang harus bahagia. Inget adegan cek kosong?


8. RELATIONSHIT (Starvision – Herdanius Larobu)

     Film ini murni gue banget. Tokoh Alit yang diperankan oleh Jovial Da Lopez, aslinya gue banget. Gue banget dan gue banget. Pesan-pesan dalam Relationshit terdeliver dengan sangat ringan. Relationshit bukan sekedar komedi murahan. Ia mampu membawa arti cinta, persahabatan, karir dan keluarga dengan sangat apik. Habis nonton ini, saya langsung googling dong 5 tahapan kehilangan. Udah gitu saya yang sangat tidak suka sama film-film Andi Soraya, kali ini Andi Soraya sukses bikin saya sama temen-temen saya mewek. Pokoknya nonton film ini, gue baper. Nonton Relationshit bagaikan melihat diri saya sendiri, eh temen saya dari belakang nyeletuk dengan keras “Ish..Raja Banget”, dasar kampret!!! Yach, lebih baik salah atas keputusan diri sendiri daripada salah atas keputusan rang lain. Starvision juara!!!

Tiket Nonton (2) Dokumentasi Pribadi

Ok, penasaran dengan peringkat 7 hingga jawara satu, lanjut sini…!!


Iklan