Tag

, , , ,


    Diundang untuk menghadiri acara Press Conference film terbaru MNC Pictures adalah sebuah kehormatan untuk saya. Dimana saya tidak mewakili media manapun, bukan dari surat kabar, media online atau majalah film. Saya hanyalah admin @musikfilmindo yang secara kontinyu terus memberikan informasi mengenai film Indonesia dan kebetulan di mention oleh @MNCP_Movie untuk hadir di acaranya di Jakarta. Bagaimana kisah seru saya dan film apa yang saya tonton? Ikuti kisahnya yuk!!!

    24 November 2015. Pagi menjelang siang sekitar pukul 10.00 WIB cuaca Bandung tepatnya Pasteur masih dengan hangat sinar mentari. Yach saya susuri sepanjang jalan untuk mencari “travel” yang akan memberangkatkan saya ke Jakarta. Saya cek di internet yang terdekat ke Epicentrum adalah Cititrans dengan tujuan Pasar Festival Kuningan. Eh ternyata lokasinya sudah berubah menjadi travel lain dan masih tutup. Akhirnya saya menuju Daytrans, dan tujuannya adalah Pasteur – Karet. Ya sudahlah yang penting berangkat ke Jakarta. Travel pun melaju dengan tenangnya. Satu dalam benak saya, saya ingin ketemu salah satu pemain filmnya yakni Tanta Ginting. Saat ini dia termasuk aktor yang menjanjikan dengan kualitas akting yang mumpuni.

    Pukul 12.00 WIB, saya sudah memasuki tol dalam kota. Yach seperti biasa, Jakarta macet luar biasa dan juga turun hujan sekitar daerah Gatot Subroto. Travel melaju ke arah Rasuna Said, namun apa daya terjebak macet dan akhirnya puter balik menuju Semanggi. Finally tiba juga di poolnya Daytrans di daerah jalan K.H. Mas Mansyur dan waktu sudah menunjukkan pukul 14.40 Wib. OMG, hampir 3 jam berkeliling Jakarta, ternyata benar yang lama dari Jakarta justru di dalam kotanya, namun tetap saya nikmati. “Nyampe nggak ya sejam ke Epicentrum?” Itu dalam benak saya, kenapa? Karena saya tidak biasa datang terlambat ke sebuah acara. Akhirnya saya pesen Grabbike yang katanya lagi ada promo. Wah susahnya minta ampun masukin kode promo gagal mulu. Terpaksa beralih lagi pada Gojek. Tak berapa lama berselang Gojekpun datang dan membawa saya ke Epicentrum, rupanya hanya 19 menit. Terimakasih ya mamang Gojek #SKAKMAT2015

    Masuk melalui pintu utama, dan saya cari-cari dimana XXI. Aduh kesasar mulu, maklum ini pengalaman saya pertama kali masuk ke Epicentrum. Pernah sich beberapa tahun yg lalu kesini juga, namun cuman foto-foto doang di luarnya. Wah wah wah, ketahuan banget ya saya orang kampungnya, hahahh. Ada pepatah malu bertanya sesat di jalan. Tapi nyatanya yang ditanya malah menyesatkan, disuruh naik eskalator dulu lah, untung ketemu OB yang baik yang memberi penjelasan dengan sangat baik dan membantu. Tiba di XXI, yach ternyata panitia pun masih melakukan persiapan, ya sudah duduk duduk saja di kursi XXI sekali-kali ke toilet buat ngaca doang, barangkali ada produser yang tertarik jadiin saya aktor. Hahhahahah. Mau foto-foto lowbat tinggal 24%, lupa bawa powerbank. Baterai sengaja saya hemat, paket data dimatikan, biar pas ketemu Tanta Ginting hape saya masih nyala. Ok, akhirnya saya ke meja registrasi dan mendapat tiket C25. Owh, itu tempat duduk yang paling saya hindari. Tiap kali saya nonton di bioskop itu harus duduk ditengah-tengah. Tapi ya sudahlah gpp. Dan ternyata pertunjukkan masih pukul 17.30, yeah,terpaksa menunggu lagi dech sejam lebih hehhehe.

gala premier

Undangan dan Tiket Press Conference SKAKMAT!!!

    Tepat pukul 17.27 WIB studio 2 Epicentrum dibuka, dan saya menjadi orang pertama masuk bioskop. Hhehehe, maklum udah kebiasaan, tiap nonton saya wajib datang 30 menit sebelum show dimulai dan sudah berdiri di depan pintu tiket. Eng ing eng. Show dimulai. SKAKMAT. Yach, SKAKMAT adalah film terbaru dari MNC Pictures yang mulai tayang secara reguler di bioskop besok mulai tanggal 26 November 2015.
Film ini bercerita tentang Jamal (Tanta Ginting) yang terjebak pada skandal mafia dan harus berurusan dengan Dito (Donny Alamsyah), Bos Tanah Tinggi (Cecep Arif Rahman) dan Mami Tuti (Hannah Al Rasyid). Dito adalah kurir heroin yang mulai sadar karena khawatir anak perempuannya akan menjadi korban. Hal ini menyebabkan Dito diburu oleh bos Tanah Tinggi. Di sisi yang lain, Dito pun dicari oleh Mami Tuti karena dituduh menjadi penyebab kematian adiknya. Premisnya seperti itu sederhana saja. Lalu bagaimana performa mereka?


    Salut buat MNC Pictures yang selalu mengedepankan ide-ide baru di tengah maraknya film Indonesia drama lebay hujan air mata, adaptasi novel atau biografi tokoh. Salut juga buat Salman Aristo menyajikan skenario yang apik, baik action ataupun comedy dalam film ini terjalin dengan natural. Jika dibandingkan dengan film MNC sebelumnya yang mengambil genre drama komedi, 3 Dara, SKAKMAT jauh lebih berhasil. Meski pada paruh awal film, sekitar 20 menit pertama, terasa hambar, namun sejak pertemuan Jamal dan Dito di rusun milik Ivan, atmosfer film mulai mengalun dengan indah seiring performa Donny dan Tanta yang makin mesra.

    Performa Donny Alamsyah dalam film action bukanlah barang baru dan tentu tak perlu diragukan lagi. Donny Alamsyah termasuk salah satu aktor action yang menjanjikan. Dalam film sebelumnya yang juga diproduksi oleh MNC Pictures, Dibalik 98, Donny berhasil masuk ke nominasi pemeran pendukung pria terpuji Festival Film Bandung 2015 september lalu.

    Spesial untuk Tanta Ginting. Dalam film ini kembali Tanta mencuri perhatian. Berperan sebagai Jamal sang tukang ojek semakin mengukukuhkan bahwa Tanta Ginting adalah calon aktor masa depan. Tanta dengan sukses memainkan perannya, yach nggak perlu stand up comedy untuk lucu, hayati peran dengan sebaik mungkin, maka pesan akan terdeliver dengan baik ke penonton. Dan Tanta berhasil. SKAKMAT memang bukan performa terbaik Tanta, menurut saya performa terbaiknya masih ada di film 3. Kenapa demikian? Karena dalam film 3, kesulitan dan tantangan Tanta sangat berat, bermain di tengah-tengah tokoh berkarakter masing – masing yang kuat seperti Cornelio Sunny, Abimana Aryasatya, Agus Kuncoro hingga Piet Pagau, Tanta yang menjadi juru kunci film 3, harus hadir dengan begitu mengesankan. Berhasilkah? Jawabannya sangat berhasil. Ia pun masuk nominasi FFI 2015 sebagai pemeran pendukung pria terbaik, sayangnya belum rejeki, padahal di antara 5 (terkecuali Paul Agusta, karena filmnya belum saya tonton) cast yang masuk nominasi menurut saya Tanta sudah yang paling di atas. Yach, gpp lah may be beda selera. Dalam film SKAKMAT, bisa saya katakan Tanta menjadi juru kunci pula, durasi memang lebih banyak dari film-film Tanta biasanya, dan kali ini Tanta lebih berhasil mengolah konsistensi karakternya dengan scene yang lebih banyak dibanding saat dirinya bermain dalam film 3 Dara. Anda yang menamai diri Teman Jauh Tanta,wajib nonton SKAKMAT. “Di dunia gue, yang banyak bacot yang mati duluan

    Hadir dalam press conference, membuat saya lebih banyak tahu mengenai produksi atau dibalik layar pembuatan film ini, tidak hanya sekedar apa yang tersaji di layar bioskop. Acara yang dihadiri oleh hampir seluruh jajaran utama SKAKMAT, mulai dari produser, pemain, sutradara hingga penulis skenarionya. Dengan sesi tanya jawab banyak hal yang bisa saya tahu, mulai bagaimana para produser menilai tren film Indonesia (ini sich pertanyaan saya) hahahahha, hingga pada kemungkinan sekuel dan prediksi jumlah penonton. Memang betul berbicara jumlah penonton selesai sudah jika yang produksi adalah MNC Pictures. Namun ternyata masih ada kekhawatiran apakah konten yang ditawarkan akan dinikmati atau tidak oleh penonton sebagaimana para kru menikmati proses pembuatannya. Dikatakan pula, oleh produser kreatifnya, Lukman Sardi, bahwa kita bikin film agar penonton terhibur dan tidak sia-sia mengeluarkan duit buat beli tiket. Jika tujuannya untuk itu, bisa saya katakan SKAKMAT sangat berhasil.

     Selesai sudah press conference SKAKMAT. Dan saya pun keluar bioskop, sebelum pulang saya tidak lupa dengan tujuan awal saya untuk bertemu dan berfoto dengan Tanta Ginting. Suasana yang penuh sesak nampaknya belum memihak pada saya, akhirnya saya pun keluar dari XXI Epicentrum dengan masih membawa mimpi & harapan untuk bertemu Tanta Ginting di kemudian hari. Sepulang dari XXI tentu Gojek jadi andalan, andaikata yang jadi gojek bung Jamal heheeh. Tujuan kali ini tidak langsung ke Bandung, tetapi silaturahim dulu ke tempat teman saya di daerah Rawasari dan menginap disana, barulah esok paginya saya rencanakan pulang ke Bandung. “Mimpi itu dijadiin, bukan bacot aja

transportasi yg membantu

Terimakasih kepada Daytrans, Baraya Travel dan Gojek yang menjadi andalan transportasi saya selama perjalanan SKAKMAT!!!

    25 November 2015. Dari tempat teman saya, jalan kaki (itung-itung olahraga pagi) menuju Halte Busway Kayu Putih Rawasari. Tujuannya sich saya belum tahu, yang saya inget cuman Sarinah, karena di sana ada Baraya Travel. Dari Kayu Putih Rawasari cuman satu halte turun di halte Pemuda selanjutnya transfer koridor menuju Dukuh Atas 2. Untungnya saya paling sering naek busway sewaktu di Jakarta jadi nggak terlalu bingung. Dari dukuh atas 2 sich transfer lagi dan cuman 2 halte lagi, sampailah di halte Sarinah. Berhubung lapar dan belum sarapan,saya cari sekitar sana, aduuh alamak susah banget nyari lontong, bubur ayam atau apalah yang biasa saya temukan di Bandung, alhasil jadinya harus ke KFC Coffee. Pesan menu Super Breakfast, cukup untuk bekal saya ke Bandung. Hehehehe. Sehabis sarapan, menuju travel Baraya dan berangkat sekitar pukul 10.00 Wib. Tak terasa sampai pula di Bandung pukul 13.01 WIB, istirahat sejenak, lalu menulis. Dan jadilah tulisan sederhana ini. #BanggaFilmIndonesia

Sarinah

Suasana Pagi sekitar pukul 08.00 WIB tanggal 25 November 2015 di sekitar Halte Busway Sarinah


Oia, jangan lupa saksikan SKAKMAT mulai besok tanggal 26 November 2015 di bioskop-bioskop kesayangan anda. Dijamin ngakak and terhibur.

Baca Juga:

Review Dibalik 98
Review 7/24
Review 3 Dara

Iklan